Apes, Remaja Ini jatuh dari Kapal di Pelabuhan Gilimanuk, Padahal Tujuannya Itu Mau Ziarah

- Suasana rumah Mahbub (18) warga Dusun Semare, Kecamatan Kraton, Pasuruan, Jawa Timur tampak ramai, Rabu (28/6/2017) siang.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Yoni Iskandar
istimewa
Mahbub (baju putih) saat berada di KMP Mutiara Alas III sebelum dikabarkan terjatuh dari atas kapal. 

 TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Suasana rumah Mahbub (18) warga Dusun Semare, Kecamatan Kraton, Pasuruan, Jawa Timur tampak ramai, Rabu (28/6/2017) siang.

Rumah Mahbub ramai dikunjungi kerabat dan para tetangga dekat rumahnya, pasca Mahbub dikabarkan hilang di perairan, Selasa (27/6/2017) malam.

Mahbub jatuh dari KMP Mutiara Alas III saat sedang melakukan penyebrangan dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk Bali.

Informasinya, Mahbub ini bersama rombongan Dusun Kraton, mau ziarah ke Denpasar. Rombongan itu merupakan rombongan yang tergabung dalam Persatuan Remaja Islam Desa Semare (PRIDSE).

Dia berada dalam satu bus Pariwisata Pratista dengan nopol W 7085 US. Ia berangkat bersama bapak ibunya, Hisbullah dan Romiati bersama 63 rombongan lainnya.

"Tadi pagi dapat kabar kalau ponakan saya jatuh dari atas kapal dan hilang di lautan," kata paman korban, Mashuri kepada Surya.

Dia mengatakan, korban ini dan rombongan mau ziarah ke Denpasar. Menurutnya, kegiatan ziarah itu rutin dilakukan korban dan warga Dusun Semare ini.

"Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, ponakan saya ini sedang bersandar di pinggir kapal. Sebelum kapal menepi di pelabuhan Gilimanuk, katanya kapal goyang, dan dia (ponakan) jatuh ke laut. saya juga kurang jelas, seperti apa kronologisnya," terangnya.

Baca: Selama 9 Hari, Tercatat Ada 498 Kecelakaan di Jawa Timur Saat Libur Lebaran

Menurut Mashuri, saat dirinya menghubungi teman ponakannya yang berada di lokasi kejadian mengatakan bahwa dirinya bersama korban duduk santai pada sisi kapal di bagian bawah. Saat itu korban sedang mainan HP, kemudian pada saat kapal mau nyandar korban berdiri pada sisi kapal, kapal agak goyang.

"Setelah itu katanya ponakan saya inj terpeleset dan jatuh ke laut. Dari laut korban sempat teriak minta tolong kepada temannya yang saya telpon ini dan teman - teman lainnya. Selanjutnya, semua orang melapor ke pihak kapal atas peristiwa terjatuhnya ponakan saya ini," ungkapnya.

Dia mengatakan, keluarga hanya bisa pasrah dan berdoa kepada tuhan yang maha esa. Ia hanya menunggu kabar dari kerabat dan rekan - rekannya yang ada di Gilimanuk mengenai kabar terbaru.

"Kabar terakhir, katanya SAR, Pol Air, dan pihak pelabuhan sudah melakukan pencarian dan penyisiran di lokasi terjatuhnya korban. Kami hanya berharap ponakan saya ini segera bisa ditemukan," jelasnya. (Surya/Galih Lintartika)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved