Kebanjiran Order di Tahun Ajaran Baru, Inilah Bahan yang Digunakan untuk Membuat Seragam Sekolah

Kendati demikian, dirinya tidak akan sembarangan dalam memilih dan memilah bahan yang digunakan.

Kebanjiran Order di Tahun Ajaran Baru, Inilah Bahan yang Digunakan untuk Membuat Seragam Sekolah
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Memasuki tahun ajaran baru, konveksi baju seragam sekolah kebanjiran order, Jumat (7/7/2017) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Memasuki tahun ajaran baru, konveksi baju seragam sekolah kebanjiran order. 

Hal itu dikatakan Warti Syahroni (50), pemilik konveksi di Jalan Dupak Bandarejo 3 nomor 23a Surabaya, Jawa Timur.

Konveksi miliknya telah berdiri sejak tahun 1990.

Memasuki tahun ajaran baru, konveksi baju seragam sekolah kebanjiran order, Jumat (7/7/2017)
Memasuki tahun ajaran baru, konveksi baju seragam sekolah kebanjiran order, Jumat (7/7/2017) (TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI)

Ia mengaku sedang banjir orderan hingga dua kali lipat dari hari biasanya.

Kendati demikian, dirinya tidak akan sembarangan dalam memilih dan memilah bahan yang digunakan.

Baca: Sering Makan Tahu Tek? Nggak Banyak yang Tahu, Ternyata Kuliner Khas Ini Punya 5 Fakta Menarik!

"Bahan yang saya pakai adalah kain jenis famatex atau bahan yang harganya lebih murah dibandingkan lainnya, Win, harga dan kualitasnya sedang, dan Nagata, yang berkualitas serta harga tinggi," terang Warti, Jumat (7/7/2017).

Dia menuturkan, bahan yang diperoleh itu bukan dari dirinya sendiri, melainkan dari pemesan.

"Kami juga tidak mau dapat komplain, jadi saya mau mengerjakan pesanan kalau bahannya bagus, tapi kalau bahannya jelek pasti mudah rusak dan kusam, nah di situ biasanya para konsumen mengakali kita," lanjutnya.

Baca: Di Tulungagung, Seragam Siswa Baru SD dan SMP Diberikan Gratis

Dia juga mengatakan, bila kenaikan tarif dasar listrik akan berdampak pada laba dan berpengaruh pada kinerja karyawannya.

"Kalau meningkatnya tarif listrik berdampak pada biaya produksi mesin jahit, kan mesin kita pakai listrik semua, kecuali untuk finishing tidak pakai mesin," ungkap Warti.

Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved