Jawa Timur Siapkan Infrastruktur untuk Potensi Investasi di Bidang Agrikultur

Dalam beberapa tahun terakhir ini, infrastruktur untuk menunjang investasi tersebut telah dipersiapkan.

Jawa Timur Siapkan Infrastruktur untuk Potensi Investasi di Bidang Agrikultur
TRIBUNJATIM.COM/NURUL AINI
Kunjungan Risma ke Proyek pembangunan Jembatan Ngagel, di jalan Raya Ngagel, Surabaya, pada Selasa (4/7/2017) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aulia Fitri Herdiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebagai daerah yang memiliki potensi besar di investasi dalam sektor industri berbasis agrikultur, Jawa Timur menyediakan beberapa infrastruktur.

Kepala Badan Penanaman Modal Provinsi Jatim, Lily Soleh Wartadipradja, mengatakan, Jawa Timur sedang menawarkan potensi investasi di sektor industri berbasis agrikultur.

Acara “UOB Indonesia Economic Outlook 2017: East Java as the Next Economic Hub for Eastern Indonesia Development” di Hotel Shangri-La, Surabaya, Rabu (26/7/2017)
Acara “UOB Indonesia Economic Outlook 2017: East Java as the Next Economic Hub for Eastern Indonesia Development” di Hotel Shangri-La, Surabaya, Rabu (26/7/2017) (TRIBUNJATIM.COM/AULIA FITRI HERDIANA)

Hal itu ia katakan dalam acara 'UOB Indonesia Economic Outlook 2017: East Java as the Next Economic Hub for Eastern Indonesia Development' di Hotel Shangri-La, Surabaya, Rabu (26/7/2017).

Dalam beberapa tahun terakhir ini, infrastruktur untuk menunjang investasi tersebut telah dipersiapkan.

(9 Hal Ini Cuma Bisa Kamu Temuin di Jepang Lho, Nomor 7 Mirip Taman Kelinci di Batu Malang!)

"Jawa Timur menjadi gerbangnya Kawasan Timur Indonesia. Salah satunya dengan adanya Pelabuhan Perak, Teluk Lamong dan satu lagi pelabuhan di Probolinggo yang akan dikelola oleh Pemprov Jatim," ujar Lily.

Lily mengungkapkan, Pemprov Jatim bersama investor telah menyiapkan 27.000 ha lahan untuk kawasan industri.

Lahan yang sudah tergarap ada 7.000 ha, di antaranya seperti Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik.

"Jatim sendiri juga sudah punya 26 kantor perwakilan dagang (KPD) yang tersebar di daerah lain," tambahnya.

KPD ini akan mencatat keluar masuknya barang dari Jatim, sehingga tahu kebutuhan komoditas apa yang dibutuhkan pasar di daerah tersebut.

(Provinsi Jawa Timur Berpotensi Jadi Pusat Perekonomian di Indonesia Timur)

Adapun Pemprov Jatim menjanjikan bakal memberikan fasilitas bagi investor yang menanamkan modalnya di Jatim.

Fasilitas tersebut di antaranya, kemudahan perizinan melalui layanan terpadu, ketersediaan tenaga kerja terampil (memperbanyak Sekolah Menengah Kejuruan/SMK), dan penyediaan energi listrik yang terus digarap oleh PLN.

Penulis: Aulia Fitri Herdiana
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved