Peninjauan Kembali Ditolak, Ini yang Diinginkan Kuasa Hukum Terpidana Mati Aris Setiawan

Kuasa Hukum dari Aris Setiawan, M Sholeh, menjelaskan kembali isi dari penolakan PK yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Peninjauan Kembali Ditolak, Ini yang Diinginkan Kuasa Hukum Terpidana Mati Aris Setiawan
TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT TORIQ
Aris Setiawan merupakan terpidana mati atas kasus pembantaian satu keluarga di daerah Tandes, Surabaya, tahun 1997 silam, di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (27/7/2017). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menurut Kuasa Hukum Aris Setiawan, di dalam perkara ini, ada dua persoalan, yakni persoalan kemanusiaan dan persoalan hukum.

Hal tersebut diucapkan usai sidang pembacaan tanggapan Peninjauan Kembali (PK), yang digelar di Ruang Sidang Garuda Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, Kamis (27/7/2017).

Kuasa Hukum dari Aris Setiawan, M Sholeh, menjelaskan kembali isi dari penolakan PK yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

(Peninjauan Kembali Ditolak oleh Jaksa, Ini yang Dikatakan Terpidana Mati Aris Setiawan)

"Dalam hal ini, jaksa tetap menganggap putusan Mahkamah Agung itu sudah sesuai, jadi hukuman mati itu sudah pas," jelas M Sholeh kepada awak media, Kamis (27/7/2017).

Namun dari hal tersebut, M Sholeh mengungkapkan dari pihaknya menginginkan lebih mengedepankan sisi kemanusiaan.

"Di Indonesia ini menganut standar ganda, yang mana satu sisi orang yang dipidana mati di luar negeri dibela mati-matian agar tidak dieksekusi, tapi warga negaranya yang dieksekusi tidak dibela," ujarnya M Sholeh.

M Sholeh menambahkan, dari sisi tersebut, ia mau mengetuk nurani Majelis Hakim untuk peninjauan kembali agar bisa merubah putusannya.

Halaman
12
Penulis: Aqwamit Torik
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved