Peninjauan Kembali Ditolak oleh Jaksa, Ini yang Dikatakan Terpidana Mati Aris Setiawan

Aris Setiawan pernah mengajukan banding ke Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi sampai ke Mahkamah Agung, namun hasilnya ia tetap divonis mati.

Peninjauan Kembali Ditolak oleh Jaksa, Ini yang Dikatakan Terpidana Mati Aris Setiawan
TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT TORIQ
Aris Setiawan merupakan terpidana mati atas kasus pembantaian satu keluarga di daerah Tandes, Surabaya, tahun 1997 silam, di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (27/7/2017). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Usai sidang tanggapan Peninjauan Kembali (PK) terkait terpidana mati perkara pembunuhan berencana yang terjadi 20 tahun silam, terpidana mengharapkan hakim bisa melihat dari sisi kemanusiaan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Aris Setiawan sebagai terpidana mati, usai sidang yang digelar di ruang sidang Garuda Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, Kamis (27/7/2017).

"Saya masih tetap berharap, hakim nanti melihat kita juga dari sisi kemanusiaan," ungkap Aris Setiawan kepada awak media, Kamis (27/7/2017).

(Bawa Sabu Hasil Buang Air Besar dari Tahanan, Terdakwa Ini Tak Akui di Persidangan)

Ia juga mengungkapkan hanya bisa pasrah saja kepada putusan hakim.

"Kalau saat ini ditolak, namanya kita manusia tidak tahu ke depannya," ujarnya.

Perlu diketahui, Aris Setiawan merupakan terpidana mati atas kasus pembantaian satu keluarga di daerah Tandes, Surabaya, tahun 1997 silam.

Saat ini, ia sudah mendekam di penjara selama kurang lebih 20 tahun.

Sebelumnya, ia divonis mati akibat kasusnya yang masuk dalam kategori pembunuhan berencana.

(Demi Jenguk Sanak Saudara di Asrama Haji Sukolilo, Orang Dewasa hingga Anak-anak Rela Kehujanan)

Aris Setiawan pernah mengajukan banding ke Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi sampai ke Mahkamah Agung, namun hasilnya ia tetap divonis mati.

Sampai saat ini, Aris tetap memperjuangkan haknya untuk bisa hidup, atas perbuatannya 20 tahun silam.

Penulis: Aqwamit Torik
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved