Plafon kelas di SDN Bakalan Kota Pasuruan Runtuh, Puluhan Siswa Panik dan Histeris

Suasana sekolah di SDN Bakalan Kota Pasuruan mendadak heboh, Kamis (27/7/2017) siang. Braak, suara plafon atap ruang kelas 2B ambruk.

Plafon kelas di SDN Bakalan Kota Pasuruan Runtuh, Puluhan Siswa Panik dan Histeris
surya/Galih Lintartika
Plafon kras runtuh 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Suasana sekolah di SDN Bakalan, Kota Pasuruan, Jawa Timur mendadak heboh, Kamis (27/7/2017) siang. Braak, suara plafon atap ruang kelas 2B ambruk.

Padahal, saat kejadian masih ada sebagian siswa kelas 2B yang berada dalam kelas dan satu guru yakni Sri Wahyuni. Kejadian ini tidak menyebabkan korban meninggal dunia, namun Sri Wahyuni sempat tertimpa satu lembar plafon.

Informasi yang didapatkan, kejadian ini terjadi sangat cepat. Pukul 09.00, bel sekolah berbunyi tanda jam istirahat tiba.

Sebagian siswa bergegas meninggalkan kelas, sedangkan sebagian sisanya masih merapikan buku dan peralatan tulisnya, termasuk Sri Wahyuni yang sedang menata buku untuk dimasukkan di dalam tas.

Ambruknya plafon ini dimulai dari sisi kanan kelas atau dekat dengan tempat duduk Sri Wahyuni. Suara retakan plafon itu pun terdengar. Sri menoleh ke atas , namun tak sempat menghindar. Ia tertimpa lembaran plafon tersebut.

"Setelah saya tertimpa, saya melihat plafon lainnya mau ambruk juga. Saya langsung berteriak ke anak-anak untuk sembunyi dibawah bangku," katanya.

Baca: Lho Kok, Pengemis dan Pengamen di Blitar ini Habiskan Duitnya Untuk Berjudi

Ia menjelaskan, dalam waktu sekejap, plafon itu langsung ambruk semua. Beruntung, kata dia, siswanya sudah berlindung dibawa meja. Sehingga tidak ada satupun siswanya yang terkena lembaran plafon seperti dirinya.

"Anak-anak sempat panik. ada sebagian yang mebangis karena ketakutan. saya langsung datang dan menenangkan mereka, dan saya ajak mereka keluar kelas," ungkapnya.

Sri Wahyuni mengalami luka memar di tangannya. Ia tidak mengalami cedera yang sangat serius. ia hanya butuh waktu istirahat sebentar untuk mengembalikan trauma yang dialaminya.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved