Wali Murid SMK di Surabaya Protes Sumbangan Rp 1,5 juta untuk Pembangunan Masjid

Aneh! Masak tarikan berkedok sumbangan untuk masjid sudah ditetapkam di awal daftar ulang dan harus segera dilunasi lagi.

Wali Murid SMK di Surabaya Protes Sumbangan Rp 1,5 juta untuk Pembangunan Masjid
ilustrasi sumbangan 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Berbagai pembayaran masuk SMA/SMK di Jatim di alami beberapa sekolah.

Ada yang berkedok tarikan wali murid atau sumbangan pembangunan safana prasarana di sekolah. Hal juga dialami wali murid SMKN 6 Surabaya.

Pria yang enggan disebut identitasnya ini bahkan sempat mengirimkan aduannya di sms pembaca Harian Surya.

Ia menyatakan, keberatan atas tarikan yang mengharuskan wali murid membayar Rp 1,5 juta untuk pembangunan masjid sekolah.

Tarikan berkedok sumbangan itu ditetapkam di awal daftar ulang dan harus dilunasi pada Desember 2017.

“Pas daftar ulang disuruh bayar seragam dan kebutuhan lainnya. Juga dimintai sumbangan 1,5 juta. Banyak yang protes tapi sekolah ya gitu-gitu aja. Harusnya kan sukarela, ini yang agama islam diharuskan bayar dan harus lunas sampai Desember. Yang agama lain bagaimana juga belum tahu apa ada sumbangan tempat ibadah,” ungkap warga Gubeng ini ketika dikonfirmasi Surya.co.id, Senin (7/8/2017).

Iapun khawatir jika harus protes secara langsung, apalagi biasanya sekolah mempersulit siswa yang protes. Padahal ia cukup memaklumi jika memang harus mengeluarkan biaya pendidikan untuk seragam ataupun lebutuhan jurusan.

“Ini sumbangan Rp 1,5 juta katamya ketentuan, padahal kami wali murid yang baru belum pernah diajak ngomong,” ungkapnpria yang bekerja sebagai supir taksi online ini.

Terkait sumbangan Rp 1,5 juta, pihak sekolah menyanggah jika hal ini diwajibkan.

Kepala SMKN 6 Surabaya, Siti Rochanah menegaskan, sumbangan tersebut sempat disosialisasikan pada wali murid. Hanya saja tidak bersifat wajib dan mengikat.

“Yang mau nyumbang silahkan, itu ditawarkan kalau tidak membantu ya tidak masalah. Ada yang nyumbang Rp 50, ada yang Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta. Kami memang bilang punya masjid yang belum jadi. Wujud rasa syukur ya silahkan nyumbang,” urainya.

Iapun terbuka jika memang ada wali muriderasa tidak mampu. Hanya saja ia meminta agar wali mirid bertemu langsung dengan pihak sekolah menyatakan keberatannya. (Surya/Sulvi Sofiana)

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved