346 Mahasiswa Unmer Madiun Ikut Kuliah Umum Bersama Menteri Sri Mulyani

Sebanyak 346 mahasiwa Universitas Merdeka Madiun mengikuti kuliah umum yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani secara live streaming, di aula

346 Mahasiswa Unmer Madiun Ikut Kuliah Umum Bersama Menteri Sri Mulyani
Surya/Rahadian Bagus
Ratusan mahasiswa Unmer Madiun menyapa Menteri Sri Mulyani yang memberikan kuliah umum secara live streaming di Youtube 

 TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Sebanyak 346 mahasiwa Universitas Merdeka Madiun mengikuti kuliah umum yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani secara live streaming, di aula Kampus Unmer Madiun, Jumat (11/8/2017) sore.

Pada saat memberikan kuliah yang ditayangkan melalui Youtube, Sri Mulyani menjelaskan mengenai pentingnya pajak dalam pendanaan berbagai program untuk kepentingan bersama.

Di antaranya pembiayaan pendidikan nasional, pelayanan kesehatan, pengentasan kemiskinan, dan pembangunan infrastruktur.

Dalam kuliahnya, Menkeu juga mengajak para mahasiswa turut serta menyebarluaskan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya pajak. Sri Mulyani juga mengingatkan, agar mahasiswa kelak menjadi pembayar pajak yang patuh setelah memasuki dunia kerja.

"Kalau sudah lulus dapat kerja, jangan lupa bayar pajak. Jangan bayar pajak karena keterpaksaan, tetapi bayar pajak karena mencintai Indoensia," kata Sri Mulyani saat menyampaikan kuliahnya.

Sri Mulyani mengatakan, ada sekitar Rp 4800 trililun harta yang tidak dilaporkan. Oleh sebab itu, melalui program Pajak Bertutur, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) ingin berupaya berupaya menumbuhkan kesadaran membayar pajak.

Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Timur II, Neilmaldrin Noor mengatakan, kampanye Pajak Bertutur digelar serentak di seluruh kanwil DJP di Indonesia.

Di wilayah Kanwil DJP Jatim II, kegiatan Pajak Bertutur diikuti 4855 pelajar dan mahasiswa dari sekolah dan kampus di Jawa Timur.

Pajak Bertutur dikatakannya, merupakan upaya Ditjen Pajak dalm meningkatkan kepatuhan pajak masyarakat melalui inklusi kesadaran pajak dalam pendidikan formal.

"Para mahasiwa ini adalah calon-calon wajib pajak. Ketika mereka lulus, mereka akan bekerja, merekalah yang akan menjadi pengusaha. Sehingga mulai dari sekarang, kita perlu menyadarkan generasi muda kita. Sehingga ketika mereka jadi wajib pajak, mereka mempunyai kesadaran dari dirinya sendiri," katanya.

Halaman
123
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved