Makam Syeh Abal - abal di Mantup Lamongan Bakal Dibongkar Lagi, Ini Alasannya

Ketua Pengawas Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem), Budiyanto bereaksi keras dan meminta makam abal - abal yang dibangun kembal

Makam Syeh Abal - abal di Mantup Lamongan Bakal Dibongkar Lagi, Ini Alasannya
Surya/Hanif manshuri
Inilah makam syeh abal - abal yang dibangun kembali pengikut jamaah Assinuwun di atas makam umum di Desa Sukobendu Kecamatan Mantup, Minggu (13/8/2017) 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Ketua Pengawas Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem), Budiyanto bereaksi keras dan meminta makam abal - abal yang dibangun kembali di Desa Sukobendu Kecamatan Mantup untuk dibongkar.

"Tidak perlu lagi cari landasan mengapa harua dibongkar," tegas Kasi Intel Kejari Lamongan Jawa Timur yang juga Ketua Pakem, Ismu T Budiyanto saat dikonfirmasi Surya, Senin (14/8/2017).

Budiyanto secepatnya akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk segera merealisasikan pembongkaran makam yang tidak sesuai dengan kenyataan itu.

Bahkan menurut Budiyanto, pihak - pihak terkait tidak perlu lagi mencari dasar dan dalih untuk proses pembongkaran nanti.

"Kita kembali pada fatwa MUI dan keputusan bersama yang sudah setahun diterbitkan bersamaan pembongkaran, yakni pada Selasa (3/5/2016) tahun ," ungkapnya.

Bersama MUI, Forum Komunikasi Umar Beragama (FKUB) dan Pakem harus menegakkan kembali Fatwa MUI dan keputusan bersama.

Sementara jamaah Assinuwun diminta untuk tidak melanggar Fatwa MUI dan melakukan tindakan yang mencederai fatwa MUI.

"Bukan melecehkan tapi jika makam.abal - abal itu dibangun kembali berarti melanggar," tandasnya.

Budiyanto menegaskan, pelanggaran itu pasti ada sanksi hukum bagi yang melanggar.
Sebelum pada akhir keputusan saat koordianasi dengan pihak terkait, Budiyanto menjamin bahwa makam abal - abal itu harus diratakan dengan tanah.

Tidak ada alasan untuk mempertahankan makam dari hasil rekayasa itu.

"Tidak perlu lagi ada perdebatan dalam hal ini. Fatwa MUI jelas, keputusan FKUB ada dan setahun lebih lalu juga sudah dieksekusi," kata Budiyanto.

Budiyanto juga mewarning semua pihak untuk tidak menganggap masalah sebagai masalah sepeleh.

Pakem sudah menjalankan keputusan sesuai Fatwa MUI dan keputusan FKUB.(Surya/Hanif manshuri)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved