Kemenkumham Jatim Usir Paksa Ratusan Warga Asing

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) terpaksa mengusir paksa 141 warga negara asing (WNA) dari wilayah Jatim. Mereka dideportasi

Kemenkumham Jatim Usir Paksa Ratusan Warga Asing
Surya/Fatkhul Alami
WNA dikumpulkan di halaman rumah Graha Famili Surabaya Blok N1, Minggu pagi. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) terpaksa mengusir paksa 141 warga negara asing (WNA) dari wilayah Jatim. Mereka dideportasi lantaran melanggar izin tinggal.

"Selain karena masa tinggal habis juga banyak visa WNA tak sesuai. Visa wisata untuk kerja di sini," kata Kepala Kanwil Kumham Jatim, Susy Susilawati, Selasa (15/8/2017).

Kantor Imigrasi di Jatim pun menindak para pelanggar warga asing itu dengan cara dideportasi. Mereka dipulangkan paksa ke negara asal. Mayoritas asal Tiongkok.

Kemenkumham saat ini terus meningkatkan pengawasan terhadap WNA di Jatim. Siang ini digelar rapat khusus pengingkatan pengawasan ini. Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf hadir dalam rapat khusus itu.

Dari catatan yang ada di Kemenkumham Jatim hingga Juli ini ada 141 WNA yang dideportasi. Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu sebanyak 114 orang WNA.

Kemenkumham siang ini masih menggelar pertemuan bersama Tim Pengendali Orang Asing (Timpora) di Hotel Varna Surabaya. Saat ini baru ada 41 anggota Timpora di Jatim.

Gus Ipul menuturkan bahwa, Jawa Timur menjadi salah satu tujuan utama dari WNA. Ini karena provinsi ini memiliki banyak kawasan perdagangan, jasa dan juga destinasi wisata.

"Sekarang kan hampir ada 100 lebih negara yang bebas visa ketika masuk Indonesia. Juga ditambah adanya kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang membuat orang asing dengan mudah masuk ke Indonesia, termasuk Jatim," kata Gus Ipul.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Jawa Timur selama semester I tahun 2017 sebanyak 101.800 orang, atau naik 6,21 persen dibanding periode yang sama di 2016 yang mencapai 95.850 orang.

Sedangkan data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur mencatat, jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) di Jatim sekitar 3.500 orang. Dari jumlah itu, sekitar 200 orang di antaranya berada di Surabaya.

"Saya berharap masyarakat bisa lebih proaktif melaporkan jika menemukan TKA yang diduga tidak memiliki izin kerja. Kami akui pengawasan pemerintah masih lemah karena Disnakertrans Jatim hanya memiliki 207 pengawas TKA," kata Gus Ipul.(Surya/Nuaraini faiq)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved