Breaking News:

Makin Banyak Penderita Gandungan Jiwa Keliaran di Kota Kediri

Penderita gangguan jiwa yang berkeliaran di jalanan Kota Kediri, Jawa Timur ada indikasi mengalami peningkatan. Ada dugaan penderita jiwa ini kiriman

Surya/Didik Mashudi
Satpol PP Kota Kediri mengevakuasi orang gila yang sempat mengamuk di Kelurahan Ngadisimo, Jumat (19/5/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Penderita gangguan jiwa yang berkeliaran di jalanan Kota Kediri, Jawa Timur ada indikasi mengalami peningkatan. Ada dugaan penderita jiwa ini kiriman dari luar kota.

Pantauan Surya pada Rabu (23/8/2017) di sepanjang Jl Dhoho saja menemukan tiga penderita jiwa yang berkeliaran di emperan toko. Jumlah yang sama juga ditemukan di sekitar Pasar Pahing.

Sedangkan di kawasan Alun-alun Kota Kediri juga terlihat seorang penderita jiwa. Namun sejauh ini keberadaan penderita jiwa ini tidak sampai mengakibatkan gangguan ketertiban dan ketentraman masyarakat.

"Sepanjang tidak mengamuk dan mengganggu pengunjung kami juga maklum. Kalau sudah membuat resah kami laporkan petugas," ungkap Amin, salah pedagang.

Amin menuturkan, yang paling banyak berkeliaran sebenarnya gelandangan dan pengemis (gepeng). Malahan keberadaan gepeng ini bakal melonjak setiap hari Jumat.
"Setiap hari Jumat pasti ramai, sampai puluhan," ungkapnya.

Sementara dari laporan yang diterima Satpol PP Kota Kediri selalu responsif jika ditemukan laporan penderita jiwa yang meresahkan warga.

Nur Khamid, Kabid Trantibun Satpol PP Kota Kediri kepada Surya menjelaskan, dalam dua bulan terakhir pihaknya sudah memulangkan sekitar 7 penderita gangguan jiwa yang ditemukan berkeliaran di Kota Kediri.

"Rata-rata semuanya dari luar Kota Kediri," jelas Nur Khamid.

Namun sejauh ini Nur Khamid mengaku masih belum menemukan adanya indikasi orang gila yang sengaja didrop ke Kota Kediri.

"Tindakan kami kalau menemukan penderita jiwa setelah dibawa petugas kami minta mandi dan diberi pakaian layak. Kalau rambutnya gimbal kami potong biar rapi," ujarnya.

Jika identitasnya jelas petugas akan mengantar kepada pihak keluarganya. Namun kalau identitas dan alamat tidak jelas diserahkan kepada Kantor Dinas Sosial.

"Malahan kami pernah mengembalikan seorang pria penderita jiwa yang sudah lebih setahun tidak pulang kepada keluarganya," tambahnya.

Kejadian terakhir petugas satpol memulangkan Minan penderita jiwa asal Tanjung Anom, Kabupaten Ngajuk.

"Kami antar penderita kembali ke rumahnya dan ada serah terima dengan orangtuanya. Mudah-mudahan segera mendapat penanganan sehingga tidak keliaran lagi," jelasnya. (Surya/Didik Mashudi)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved