Breaking News:

VIDEO - Siswa SD di Kaki Gunung Wilis, Ruang Kelas Dari Anyaman Bambu dan . . .

Belajar di ruang sekolah yang seadanya dan sangat memprihatinkan merupakan menu sehari-hari bagi siswa di kaki Gunung Wilis ini.

SURYA/DAVID YOHANES
Siswa SDN Mulyosari 3 Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung yang berada di kaki Gunung Wilis harus belajar di ruang kelas dari gedhek atau anyaman bambu. 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Siswa kelas 3 SDN Mulyosari 3 Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung harus belajar di ruang kelas dari gedhek atau anyaman bambu.

Kondisi ini, karena sekolah yang ada di kaki Gunung Wilis ini kekurangan ruang kelas.

Hanya ada tiga ruang kelas permanen di sekolah ini, masing-masing untuk kelas 6, kelas 5 dan kelas 1 serta kelas dua secara bergantian.

Sedangkan untuk kelas 4 memanfaatkan gedung TK yang sudah tidak terpakai.

(Mahasiswa Mau Belajar Bahasa Mandarin, Pemerintah China Siapkan Beasiswa Rp 6 Juta Per Bulan)

Khusus kelas 3 menggunakan ruang kelas dari gedhek.

Ruang ini sebenarnya ruang kelas rintisan, saat sekolah ini pindah dari Dusun Pabyongan ke Dusun Beringin, tahun 2011.

Meski sudah enam tahun, ruang kelas ini dipertahankan karena ruang kelas masih kurang.

Selain ruang kelas gedhek, ruang guru sekaligus ruang kepala sekolah hanya halaman samping ruang kelas yang disekat.

(Insyaf dari Dunia Jalanan, Cewek Punk Cantik ini ingin Sekolah, Akhirnya Nekat dan . . .)

Lebarnya hanya 3x7 meter, dengan dinding dari lembaran asbes tipis.

Berikut videonya:

(Naik Kereta ke Surabaya Bawa 4 Kg Sabu, Wanita ini Sembunyikan di Barang Empuk Kesukaannya)

(Surya/David Yohanes)

Penulis: David Yohanes
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved