Pedagang Karang Menjangan Surabaya Belum Dapat Tempat Relokasi, Padahal Janjinya . . .

Selama ini ruas Jalan Karang Menjangan dipakai untuk pasar tumpah, sedang malam harinya untuk jualan aneka makanan.

Pedagang Karang Menjangan Surabaya Belum Dapat Tempat Relokasi, Padahal Janjinya . . .
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Jalan Karang Menjangan sisi barat saat diaspal Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya, Jumat (7/9/2017). Sementara relokasi pedagang belum dilakukan. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Usai menertibkan sebanyak 167 perdagang pasar basah di Jalan Karang Menjangan sisi barat awal pekan ini, Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya melakukan pengaspalan jalan, Jumat (7/9/2017).

Proses pengaspalan jalan sepanjang satu kilometer tersebut dilakukan untuk mengaktifkan kembali fungsi badan jalan Karangmenjangan yang selama ini lumpuh akibat digunakan kegiatan pasar basah di pagi hari dan malam hari.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati mengatakan proses pengaspalan ini dilakukan untuk menambah kapasitas jalan.

"Hari ini langsung kita aspal. Kita mulai hari ini supaya cepat tapi nanti penyelesaiannya dilakukan bertahap, karena juga tidak pakai rekanan melainkan oleh tim kita sendiri," ucap Erna.

(Kamera CCTV E-Tilang Akhirnya Dipindah Operasinya di Jalan Kertajaya - Dharmawangsa)

Menurutnya selama ini ruas Jalan Karangmenjangan digunakan untuk pasar tumpah oleh warga. Pagi biasanya digunakan untuk pasar basah. Sedangkan malam digunakan untuk sentra PKL jualanan aneka makanan.

Sehingga fungsi jalan tidak maksimal dan tidak bisa dilalui. Selain itu kondisi jalan di sana juga rusak tidak terpakai lantaran tidak bisa dilalui oleh kendaraan.

"Makanya setelah kita lakukan sosialisasi ke pedagang, kelurahan dan kecamatan akhirnya mereka mau ditertibkan dan jalan langsung kita garap," tegasnya.

Selain itu median jalan di ruas Karang Menjangan yang digunakan untuk batas pasar juga sudah dibongkar. Sehingga kapasitas jalan di sana juga lebih lebar.

(Jemaah Situbondo Sudah Setor Rp 3,6 Miliar ke First Travel, Tapi Tak Ada Satupun yang Berangkat)

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved