Drummer Kunto Hartono Pemegang Guinness World Records Ingin Pecahkan Rekor Lagi, Dia Lakukan Ini

Rekor dunia akan dipecahkan lagi oleh seorang anak bangsa bernama Kunto Hartono (40).

Penulis: Pradhitya Fauzi | Editor: Edwin Fajerial
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Pemecah Rekor Dunia Menggebuk Drum Terlama Asal Indonesia, Kunto Hartono (40) Saat Memamerkan Dua Sertifikat "Guiness World Records," Senin (18/9/2017) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Rekor dunia akan dipecahkan lagi oleh seorang anak bangsa bernama Kunto Hartono (40).

Pria kelahiran asli Banyuwangi, tanggal 27 Maret 1977 itu pernah beberapa kali tercatat dalam sejarah musik Indonesia sebagai pemecah rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai penabuh drum terlama di Indonesia.

Kepergiannya ke Castelo Branco, Portugal pada Senin pagi (18/9/2017) pukul 07.00 WIB dari Bandara Internasional Juanda Surabaya menjadi hal membanggakan bagi bangsa Indonesia.

Kegiatan rekor dunia (Guinness World Records) bertema "The Longest Drumming 100 Hours By A Team" memiliki visi dan misi tersendiri.

"Visinya untuk memecahkan rekor dunia bermain drum selama 100 jam secara tim di Kota Castelo Branco, Portugal, sedangkan misinya untuk donasi untuk anak-anak di suriah dan targetnya untuk mendapatkan nilai sebesar 100 miliar," terang Kunto sembari memegang dua sertifikat rekor dunia miliknya saat ditemui TribunJatim.com di rumahnya, pada Senin (18/9/2017).

Menurutnya, pada bulan Agustus 2017 lalu dirinya telah mengirimkan surat pada Pemerintah Provinsi Jatim dan Pemerintah Pusat.

Surat tersebut perihal diadakannya acara di Portugal dan seorang anak bangsa yang hendak pergi kesana untuk mengharumkan nama bangsa agar mendapat dukungan secara moral dan dana.

Sayangnya, tak ada tanggapan, balasan, maupun pemberian alokasi dana yang akan membantunya mensohorkan nama negara di negeri orang.

Padahal pada tanggal 12 Agustus 2017 lau dia telah kirim surat ke Kementerian Pariwisata, Kementerian Pariwisata sampai kepada Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.

Tapi, surat-suratnya itu sampai saat ini belum ada jawaban.

"Harapan saya dapat menjadi bagian dalam Asian Games 2018 yang rencananya Indonesia sebagai tuan rumah yang diadakan di Jakarta," lanjut Kunto.

Dia menyayangkan sikap pemerintah yang seolah acuh pada dirinya.

"Toh kalau saya berhasil lagi yang bangga juga bukan hanya saya, tapi seluruh masyarakat Indonesia," tutup Kunto.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved