Breaking News:

Terlepas dari Manajemen yang Dinilai Buruk, PD RPH Pegirikan Perlu Direvitalisasi, Ini Alasannya

Polemik Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PD RPH) dengan pemerintahan kota Surabaya belum dapatkan titik temu.

Penulis: Nurul Aini | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/NURUL AINI
RPH Surya Surabaya menyampaikan permasalahan di Komisi B DPRD Surabaya, Selasa (12/9/2017). Terlihat Direktur Utama RPH, Teguh Prihandoko (berkacamata, berbaju putih). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nurul Aini

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Polemik Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PD RPH) dengan pemerintahan kota Surabaya belum dapatkan titik temu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Utama PD RPH meminta suntikan 30 miliar untuk revitalisasi bangunan pemotongan hewan.

Namun Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menolak, sebab menurutnya manajemen pembukuan perusahaan plat merah tersebut dinilai buruk.

(Kukuh Tolak Beri Suntikan Modal PD RPH, Risma Sampai Gandeng Kejaksaan Negeri untuk . . .)

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Surabaya, Baktiono mengatakan, pembangunan gedung yang digunakan sebagai tempat pemotongan hewan perlu untuk diperbaiki.

Bukan hanya untuk menjaga keselamatan pekerja, namun juga karena gedung tersebut adalah cagar budaya.

"Gedung itu kan sudah dijadikan cagar budaya, ya sudah seharusnya dirawat, terlepas masalah RPH yang bagaimananya," kata Baktiono, Senin (25/9/2017).

Baktiono mengatakan, setelah melakukan sidak ke lokasi pemotongan tersebut, menurutnya, tempat tersebut sangat memprihatinkan.

(Bukannya Nyenengin, 8 Festival Berbahaya di Dunia Ini Malah Ancam Nyawa, Nomor 6 Paling Mengerikan!)

Bagian atapnya berlubang dan sewaktu-waktu dapat jatuh menimpa yang di bawahnya.

"Sekalipun ada masalah di PD RPH, ya silahkan diselesaikan, namun ya bangunan tersebut tidak boleh dibiarkan hancur begitu saja," kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved