Breaking News:

Warga Lereng Gunung Wilis Kekurangan Air Bersih, Begini Dampak Langsungnya

Kekeringan memaksa lebih dari separo warga yang tinggal di Lereng Gunung Wilis hidup dalam kondisi mengenaskan.

SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Mesin pembuatan sumur bor bantuan dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk warga di lereng Gunung Wilis, Senin (25/9/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Memasuki puncak musim kemarau 2017 masyarakat tinggal di lereng Gunung Wilis mulai kesulitan air bersih.

Sebagian sumur milik warga di Desa Puhrubuh, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri mulai mengering.

Setidaknya, terdapat 50 sampai 100 kepala keluarga yang mulai kesulitan air bersih.

Rata-rata volume air sumur milik warga turun mencapai tiga meter. Diketahui kedalaman sumur milik warga sekitar 25 meter.

"Gara-gara sumur mengering rata-rata warga di daerah ini yang memakai pompa air tidak bisa menyedot air di dalam sumur itu," tutur Wisnu, perangkat Desa Puhrubuh, Senin (15/9/2017).

(Warga Gemar Buang Pampes dan Pembalut, Jenis Ikan di Sungai Kresek Kediri Jadi Aneh dan Lucu)

Dikonfirmasi hal itu, Plt Kepala BPBD Kab Kediri Randi Agata menjelaskan, adanya kekeringan tersebut hanya membuat krisis air untuk irigasi atau pertanian.

Pihaknya, melalui Pemkab Kediri telah membuat sumur sebagai sumber air warga setempat.

Nantinya, proyek pembuatan Sumur Bor itu dari bantuan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menargetkan sumur irigasi akan selesai pada tahun ini.

"Melalui bagian perekonomian ada pembuatan sumur dan pipanisasi di desa Kecamatan Semen. Diketahui sumur mempunyai kedalaman 150 meter," ujar Randi Agata kepada Surya.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved