Kisah Kunto Hartono Saat Pecahkan Rekor Gebuk Drum Terlama di Portugal, Uangnya untuk Apa?

Pada Senin (18/9/2017) lalu, Kunto Hartono memecahkan Guiness World Record penabuh drum terlama. Ini perjuangannya.

Penulis: Pradhitya Fauzi | Editor: Alga W
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Kunto Hartono dan istri, Feny Rediana, kembali ke Tanah Air pasca aksi pecahkan rekor dunia bermain drum di Castelo Branco, Portugal. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pada Senin (18/9/2017) lalu, Kunto Hartono memecahkan Guiness World Record penabuh drum terlama.

Rekor dunia yang dipecahkannya itu tidak secara individu, melainkan dalam sebuah tim.

Bersama empat drummer mancanegara, ia jamming dan uang yang diperoleh dari event itu akan didonasikan untuk anak-anak di Suriah.

Keempat drummer tersebut yaitu Steven Gaul, penggebuh drum terlama 134 jam dari Kanada; Lou Mars, menggebuk drum 108 jam dari Amerika; Ali Brown, penabuh drum terlama 102 jam dari Inggris; dan Carlos Santos, penggebuh drum terlama 133 jam dari Portugal.

Selain Film G 30S PKI, 4 Film Ini Juga Bertemakan PKI, Ada yang Raih Penghargaan Internasional

Hal-hal yang Perlu Kamu Tahu Soal Film Penghianatan G 30S PKI, No 4 Jarang Diketahui Publik

Kunto mengatakan, di akhir acara hanya ada empat drummer yang bertahan sebelum acara selesai.

"Tapi beberapa jam sebelum acara berakhir, seorang drummer naik lagi dan main bareng kita lagi dan dalam tim," ujar Kunto, Jumat (29/9/2017).

Ia juga mengatakan, mereka saat itu sudah membuat rekor dunia baru 82 jam, malah kebablasan sampai 100 jam.

Suami dari Feny Rediana itu mengatakan bila antusiasme warga Castelo Branco, Portugal, saat itu sangat fantastis.

"Saat saya naik dan turun dari panggung, saya mendapat applause (tepuk tangan) dari penonton, ya mungkin dari faktor saya ini turis ya di sana, dan saya adalah peserta paling jauh," sambungnya sembari menunjukkan foto-fotonya ketika beraksi di Mall Forum Castelo Branco, Portugal.

3 Pasangan Seleb Indonesia Ini Hobi Pamer Foto Intim di Medsos, dari Mandi Bareng Sampai di Ranjang

Kemudian ia juga berkisah tentang hafi demi hari yang dialaminya ketika itu.

"Waktu 10 jam pertama di hari pertama (21/9/2017) saya nggak istirahat sama sekali malahan. Nah pas hari kedua (22/9/2017), pas siang hari ya sekitar pukul 13.00 waktu Portugal, stamina saya mulai menurun. Di hari ketiga (23/9/2017), saya sempat dipijat sama terapis yang sudah disiapkan paramedis di sana. Di hari keempat saya kembali bersemangat, karena jamnya kan sudah mau berakhir, malah kami mainnya melampaui batas waktu yang sudah ditentukan, kan sangar (keren), to," beber Kunto sembari menunjuk kaki kanannya yang bengkak akibat aksi pecah rekor dunia secara tim itu.

Menurutnya, event serupa pernah diselenggarakan di sebuah negara, tepatnya di Inggris.

Namun, durasi yang dipecahkan bukanlah 100 jam, melainkan hanya 80 jam saja.

Ungkap Sikap Ashanty 3 Tahun Jadi Majikan, Netizen Sedih Baca Tulisan Suwarsih Pengasuh Arsy Ini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved