Demo Putusan Praperadilan Setnov, Aktivis di Malang Sindir Papa Nyuri Ayam

Para aktivis membawa poster bertuliskan 'Yang melemahkan KPK adalah koruptor', juga beragam kritik lain, hingga ...

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Mujib Anwar
SURYA/SRI WAHYUNIK
Aktivis Malang Corruption Watch (MCW) dan Masyarakat Anti Korupsi Malang Raya saat menggelar aksi memprotes putusan pra peradilan Setnov, di depan Balai Kota Malang, Selasa (3/10/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Malang Corruption Watch (MCW) bersama Masyarakat Anti Korupsi Malang Raya menggelar aksi di depan Balai Kota Malang, Selasa (3/10/2017).

Aksi para aktivis ini mengkritik keras keputusan sidang pra peradilan melawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diajukan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan proyek E-KTP Setya Novanto, yang juga Ketua DPR RI.

Mereka membawa poster bertuliskan 'Yang melemahkan KPK adalah koruptor'.

(Cepi Iskandar, Hakim yang Memenangkan Setnov atas KPK Ternyata Sosok Religius dan Ahli Jamaah)

Belasan pendemo ini juga membawa poster. Poster itu bertuliskan sejumlah tulisan menyindir tentang putusan Setnov seperti yang banyak beredar selama ini.

Tulisan itu antara lain 'Setya Novanto yang berdosa, Tuhan yang minta maaf', 'papa nyuri ayam, ayamnya yang digebukin' dan lainnya.

(Kaesang Bilang Ibu Negara Sudah Tua, Iriana Jokowi Langsung Membalas Begini)

Menurut koordinator lapangan Fausi Wibowo, putusan pra-peradilan itu menyakiti masyarakat.

"Ini adalah dagelan pra-peradilan. Hakim tidak cermat dan tidak memakai bukti dari KPK secara keseluruhan," ujar Fausi.

Karenanya, lanjutnya, Komisi Yudisial harus menyelidiki proses pra-peradilan itu secara progresif.

(Menkopolhukam Wiranto Akhirnya Akui Ada Persoalan di Impor Senjata untuk Brimob Polri)

(Surya/Sri Wahyunik)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved