Ibu di Kediri yang Mengajak Anaknya Mengemis Diserahkan Kades

Setelah dari kades selanjutnya Tutik bersama kedua anaknya diserahkan kepada pihak keluarganya.

Ibu di Kediri yang Mengajak Anaknya Mengemis Diserahkan Kades
Surya/Didik Mashudi
Tutik Puji Lestari, ibu yang karyakan dua anaknya mengemis diserahkan di rumah Kades Plosolor, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Kamis (5/10/2017). 

 TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Tutik Puji Lestari, ibu kandung yang mengajak dua anaknya mengemis batal dilimpahkan polisi. Satpol menyerahkan Tutik kepada Kepala Desa Plosolor, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Kamis (5/10/2017).

Serah terima Tutik dengan Pujiono, Kades Plosolor dilakukan di rumah kades. Tutik sempat menginap semalam di Kantor Satpol PP Kota Kediri bersama kedua anaknya Sb dan RT.

Setelah dari kades selanjutnya Tutik bersama kedua anaknya diserahkan kepada pihak keluarganya.

"Kami berharap melalui kepala desanya, Tutik mendapatkan pembinaan sehingga tidak mengulangi lagi mengemis dengan anaknya di Kota Kediri," ungkap Nur Khamid, Kabid Trantibun Satpol PP Kota Kediri.

Dari data Satpol PP Kota Kediri, sejak tahun lalu Tutik telah tiga kali terjaring razia petugas karena mengemis. Saat mengemis, Tutik selalu mengajak anaknya yang masih balita.

Kali ini Tutik beralasan terpaksa mengemis untuk melunasi cicipan angsuran kredit sepeda motor matic. Motor kredit ini uang mukanya Rp 1 juta dan angsurannya Rp 477.000 per bulan selama 36 kali angsuran.

Sementara terkait batalnya pelimpahan kepada polisi untuk memberi kesempatan kepada perangkat desanya memberikan pembinaan kepada masyarakatnya.

Apalagi Tutik memiliki 6 anak di rumah. Sedangkan suaminya hanya bekerja serabutan. Sehingga mengemis menjadi pilihan pintas untuk menghidupi keluarganya.

Baca: Ibu Asal Kediri Ini Ajak Dua Anaknya Mengemis, Alasannya Bikin Gregetan

Sementara Jazuli (40) pegiat sosial Kota Kediri berharap pemerintah memberikan pembinaan mental dan spiritual gelandangan dan pengemis yang terjaring razia.

"Pada kasus Tutik ini mengemis untuk mencari nafkah dan membayar kredit sepeda motor. Ini sudah menyangkut gaya hidup menjadikan mengemis sebagai pekerjaan," ungkapnya.

Petugas harus bersikap tegas terhadap pengemis yang menjadikan mengemis untuk mata pencaharian. Apalagi pelaku juga mengajak serta kedua anaknya untuk mengemis.

"Ini eksploitasi anak yang dapat dijerat pasal pidana," tegasnya. (Surya/Didik Mashudi)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved