Ritual di Pesarean Prabu Anom Belum Selesai, Gunungan Buah Sudah Ludes Diserbu

Wanti-wanti pemangku acara agar rebutan gunungan dimulai setelah acara doa penutup sudah berakhir tak digubris. Yang terjadi malah tak terkendali.

Ritual di Pesarean Prabu Anom Belum Selesai, Gunungan Buah Sudah Ludes Diserbu
SURYA/DIDIK MASHUDI
Masyarakat saat rebutan gunungan buah dan polo pendem di Punden Prabu Anom Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Selasa (17/10/2017). 

Namun di lokasi pasarean tidak boleh semua warga masuk. Hanya orang tertentu saja diperbolehkan masuk untuk melakukan prosesi ritual di areal makam. 

Yang menarik, pihak panitia juga menyiapkan dua gelas dan sebotol minuman keras di areal makam. Dua gelas yang tersedia juga dituang miras diletakkan di atas meja. 

(Dua Tahun Jual Istri ke Pria Hidung Belang, Mantan Aparat Negara ini Senang Tonton Istrinya Digituin)

(Tawarkan Seks Threesome Murah Meriah, Main Sepuasnya Cuma Bayar Segini, Bisa Ikut Incip Juga)

Usai prosesi panitia juga membagikan minuman tuak kepada pengunjung yang hadir. Minuman yang dikemas dalam botol bekas minuman suplemen ini memang dibagikan usai prosesi upacara. 

Menurut Masduki, panitia kegiatan menjelaskan, usai prosesi dilanjutkan dengan hiburan Langen Tayub di rumah juru kunci. "Tayub ini dari kata totonen supoyo guyub supaya semua rukun," jelasnya. 

Prosesi ritual bersih desa ini telah berlangsung secara turun temurun yang berlangsung setiap tahun.

Sementara juru kunci Laminem Joyokromo menjelaskan, makna tayub memang untuk menata hidup bermasyarakatkan supaya guyub. 

(Sopir Truk Tiba-tiba Dihentikan Polantas di Pinggir Jalan, Uang Rp 108 Juta dan Kendaraan Malah Raib)

Sedangkan terkait miras yang disiapkan hanya perlambang simbolis saja. "Dulu orang membuat arak untuk diambil uapnya, itu hanya perlambang saja," ungkapnya. (Surya/Didik Mashudi)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved