Terjadi Penolakan Terkait UMK di Berbagai Daerah di Jawa Timur, Ini Kata Gubernur Soekarwo

Di beberapa daerah di Jawa Timur, terjadi demonstrasi terkait penolakan besaran UMK di masing-masing daerah.

TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT TORIK
Gubernur Jawa Timur Soekarwo bersama Plt Bupati Nganjuk Abdul Wahid Badrus usai penyerahan tugas menjadi Plt Bupati Nganjuk di Gedung Negara Grahadi, pada Jumat (27/10/2017) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Di beberapa daerah di Jawa Timur, terjadi demonstrasi terkait penolakan besaran UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota) di masing-masing daerah.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengaku masih belum menerima usulan UMK dari masing-masing daerah.

"UMK-nya kan belum ada yang dikirim ke kami, nanti kita lihat seperti apa UMK-nya," ungkap gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo tersebut di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (1/11/2017).

(Perwakilan Demonstran Buruh Bermediasi dengan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Ini Hasilnya)

Selain itu, dari UMK yang diusulkan dan dikirim ke gubernur masih perlu dipertimbangkan kembali.

"Kalau UMK-nya seperti Peraturan Menteri, ya oke," kata Pakde Karwo.


Sebelumnya, para buruh melakukan aksi demo di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (31/10/2017) kemarin.

Mereka berdemo terkait masalah upah.

Dalam tuntutannya, mereka menolak peraturan pengupahan yang selama ini dirasa kurang berpihak kepada buruh.

(LIVE STREAMING Tottenham Hotspur Vs Real Madrid, Ronaldo Jadi Andalan El Real, Tonton Laga di Sini)

Selain buruh di Surabaya dan Gresik, demo tersebut juga diikuti para buruh dari berbagai daerah, seperti Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Timur dari Mojokerto, Sidoarjo dan Pasuruan.

Penulis: Aqwamit Torik
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved