Breaking News:

Hobi Game Dan Berhitung, Santri di Mojokerto Ini Juara 1 Robotic Sumo

Ada beberapa kategori dalam perlombaan ini, seperti soccer robotic, sumo robotic, line follower micro robotic dan maze solving.

Penulis: Rorry Nurmawati | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Rorry Nurmawati
Nur Amalina Nejihat bersama robot kebanggaan usai menjuarai Osaka Robotic Games 2017 Jepang. 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Hobi bermain game dan pandai dalam berhitung, Nur Amalina Nejihat tak pernah menyangka akan mendapatkan medali emas dari Kompetisi Robotik Osaka Jepang 2017 yang diikutinya.

Dengan bermodal nekat dan percaya diri, santri Pondok Pesantren Darul Hikam ini, berhasil menyisihkan musuh dari berbagai negara melalui robot sumo.

Siapa bilang, pendidikan di pesantren hanya melulu dengan ilmu agama saja. Hal ini pun dibuktikan oleh remaja yang akrab disapa Jihan, melalui prestasi dikancah Internasional.

Kompetisi Robotik yang digelar sejak 25-31 Oktober 2017 lalu ini, Jihan harus bersaing dengan beberapa negara Asia. Diantaranya, Indonesia, Malaysia, Singapura, Jepang, Cina, Filiphina, Vietnam

Ada beberapa kategori dalam perlombaan ini, seperti soccer robotic, sumo robotic, line follower micro robotic dan maze solving.

Namun, remaja 17 tahun ini justru memilih kategori sumo robotic. Dimana unsur utama dalam perlombaan jenis ini adalah lebih mengutamakan kekuatan.

"Kuat-kuatan, siapa yang kuat dia yang menang. Dan juga berat robot mempengaruhi dalam perlombaan ini. Robot Sumo milik kami, beratnya sekitar tiga kilo. Kalau kesulitan, mungkin susahnya saat mengatur program saja," kata Jihan saat ditemui, Minggu (5/11/2017).

Meski telah berhasil membawa nama baik pesantren, langkah Jihan tak ingin terhenti sampai disitu. Ia mengaku ingin mendalami lebih dalam ilmu Information and Technology (IT) ini.

Putri ke dua dari tujuh bersaudara pasangan Masruhan dan Nur Faizah ini, berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi di Singapore.

"Karena dari kecil suka sekali sama berhitung, mulai fisika, matematika, pokok semuanya yang berhitung. Jadi inginnya, nanti bisa melanjutkan ke Universitas Teknologi Nanyang Singapore," harap Jihan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved