Pekik Takbir dalam Teatrikal Sumpah Pregolan Awali Parade Surabaya Juang

Mereka terlibat baku tembak. Sejurus kemudian suara dentuman bom pun terdengar.

Pekik Takbir dalam Teatrikal Sumpah Pregolan Awali Parade Surabaya Juang
(Surya/Fatimatuz Zahroh)
Teatrikal rekonstruksi Sumpah Pregolan yang ditampilkan di depan Tugu Pahlawan untuk membuka rangkaian Parade Surabaya Juang, Minggu (4/11/2017). 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Teatrikal Sumpah Pregolan membuka rangkaian Parade Surabaya Juang yang digelar Pemkot Surabaya dalam memperingati Hari Pahlawan, Minggu (5/11/2017).

Komunitas Surabaya Juang, pecinta sejarah Rooderberg dari Surabaya dengan dibantu sebanyak 350 peserta pecinta sejarah dari seluruh Indonesia turut membantu dalam teatrikal di Tugu Pahlawan kali ini.

Dalam teatrikal ini digambarkan dua kubu dari tentara Indonesia melawan tentara Belanda. Peristiwa tersebut terjadi tepat pada tanggal 9 November 1945.

"Jangan biarkan Belanda merebut kedaulatan kita. Kita pertahankan kemerdekaan Indonesia sesungguh-sungguhnya," pekik salah satu pemeran teatrikal.

Pertempuran hebat pun terjadi antara dua kubu tentara tersebut. Mereka terlibat baku tembak. Sejurus kemudian suara dentuman bom pun terdengar.

Baku tembak antar keduanya digambarkan dengan letupan petasan yang ditembakkan kedua kubu. Para pasukan arek-arek Surabaya tak gentar dan terus maju.

Tekad merdeka atau mati pun bulat ada pada semua pasukan.

Di ujung pertempuran, arek-arek Surabaya berhasil memukul mundur tentara Belanda. Pekikan takbik pun menggema menandakan pertempuran telah usai.

"Allahu Akbar, Allahu Akbar," gema suara takbir bergemuruh.

Ketua Komunitas Surabaya Juang, Herry Lentho, menjelaskan bahwa teatrikal Surabaya Pregolan ini merupakan awal terjadinya pertempuran yang menecetuskan semangat Merdeka atau Mati.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved