Jalan Rusak Parah, Warga Dukuhngarjo Mojokerto Protes Kendaraan Truk Tambang Galian C

Kekesalan warga ini, tak lain karena merasa selama ini kampung mereka tak pernah diperhatikan oleh pemerintah.

Penulis: Rorry Nurmawati | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Rorry Nurmawati
Kondisi jalan rusak parah di Dusun Ngarjo, Desa Dukuhngarjo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto memprotes kondisi jalan yang rusak, Rabu (14/11/2017). 

 TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Puluhan warga Dusun Ngarjo, Desa Dukuhngarjo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur memprotes kondisi jalan yang rusak akibat kendaraan bermuatan yang selalu keluar masuk dari tambang galian C.

Kendaraan besar yang kerap melintas di tengah kampung ini, tak pelak merusak jalan utama warga hingga sering mengakibatkan kecelakaan.

Bertahun-tahun warga merasakan dampak dari adanya aktifitas kegiatan tambang galian C ini. Meski telah melaporkan ke instansi terkait, tapi tak pernah ada tanggapan baik dari pemerintah setempat.

Puncaknya, warga yang tak terima karena jalan bergelombang dan mulai berlumpur ini, kemudian menanam pohon pisang dan bebatuan besar di tengah jalan untuk menghadang kendaraan besar yang melintas.

Kekesalan warga ini, tak lain karena merasa selama ini kampung mereka tak pernah diperhatikan oleh pemerintah.

Padahal, di desa lain pemerintah masih memberikan perhatian meskipun perkampungan tersebut juga dimanfaatkan untuk aktivitas tambang batuan.

"Misalnya saja, Desa Kalikatir, dan Sempring, Kecamatan Jatirejo, di sana diperhatikan, tapi kenapa kampung kami tidak," kata Suyati, Rabu (15/11/2017).

Kerusakan jalan sepanjang kurang lebih dua kilometer yang cukup parah ini, telah berulang kali dilaporkan. Sayangnya, seakan pemerintah menganak tirikan Desa Dukuhngarjo.

Padahal, jalan yang rusak sempat menyulitkan aktifitas warga.

Misalnya saja, untuk mengantarkan anak sekolah warga harus mencari jalan memutar sekitar dua kilometer melintasi kampung sebelah.

Hal ini tidak lain karena banyak anak sekolah yang sering terjatuh karena jalan licin akibat lumpur dan berlubang.

Kondisi ini diperparah saat musim penghujan seperti ini, jalan yang becek menyulitkan pengendara motor untuk menjaga keseimbangan.

"Kalau sudah jatuh, seragam menjadi kotor dan anak gak mau sekolah karena sudah terlambat," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Nurrohman Hari Mulyono warga lainnya. Menurutnya, selama ini pemerintah setempat hanya memberikan janji-janji semata tanpa ada realisasi pelaksanaannya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved