Bayi Cantik Sempat Kekurangan Cairan di Mojokerto, Dokter Larang Dijenguk Siapapun

Tiga hari pasca ditemukan di dalam kardus yang diletakkan dalam toilet, bayi cantik itu kini terus mendapatkan perawatan

Penulis: Rorry Nurmawati | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Rorry Nurmawati
Bayi cantik yang bernama Aini Nur Azizah saat mendapatkan perawatan fototerapi karena kekurangan cairan di ruang fotologi RSUD Prof dr Soekandar, Mojosari, Kabupaten Mojokerto. 

 TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Kondisi bayi cantik yang dibuang oleh orangtuanya di SPBU Desa Badung, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, mengalami penurunan.

Bayi yang diketahui memiliki nama Aini Nur Azizah ini, harus mendapatkan perawatan intensif karena kekurangan cairan yang berakibat pada tubuh menguning.

Tiga hari pasca ditemukan di dalam kardus yang diletakkan dalam toilet, bayi cantik itu kini terus mendapatkan perawatan dari tim medis.

Bahkan dokter melarang siapapun untuk menjenguk supaya tidak terkontaminasi bakteri dari luar.

"Saat ini kami dengan intensifkan perawatan untuk bayi karena sempat mengalami kekurangan cairan. Untuk itu, kita kejar dengan perawatan maksimal melalui fototerapi," kata Kepala Bidang Keperawatan RSUD dr Soekandar, Isbatuhul Khoirod, Minggu (19/11/2017).

Hal ini tidak lain untuk mengembalikan stamina bayi Aini, yang sempat berada di luar hingga beberapa jam.

Untuk mengembalikan kondisi tubuh supaya kembali memerah dan segar, bayi Aini di tempatkan di ruang khusus yang steril.

"Kalau secara fisik, bayi ini normal, tidak ada cacat sedikitpun. Kondisinya baik, hanya sempat menurun karena kekurangan cairan itu tadi. Karena memang saat ditemukan, dia berada di luar yang dimungkinkan mengalami kedinginan. Tapi alhamdulilah, bayi ini suka sekali minum, bahkan minumnya sangat kuat," tandasnya. (Surya/Rorry Nurmawati)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved