Air Bengawan Solo Surut, Warga Lamongan Dapat Berkah Ikan Pada Mabuk

Kondisi ini dimanfaatkan warga di sekitar sungai Bengawan Solo dan ramai-ramai menangkap ikan di pinggir sungai

Air Bengawan Solo Surut, Warga Lamongan Dapat Berkah Ikan Pada Mabuk
Surya/Hanif manshuri
Warga ramai - ramai menangkap ikan yang sedang mabuk karena air keruh akibat pasang surutnya air, Selasa (21/11/2017) 

 TRIBUNJATIM.COM,LAMONGAN - Pasang surutnya air sungai Bengawan Solo membawa berkah tersendiri bagi warga Lamongan yang ada di bahu kanan - kiri sungai.

Ternyata populasi berbagai jenis ikan di Bengawan Solo ini tak mampu menghadapi perubahan kepekatan air bercampur lumpur itu. Ikan-ikan banyak yang mabuk.

Kondisi ini dimanfaatkan warga di sekitar sungai Bengawan Solo dan ramai-ramai menangkap ikan di pinggir sungai terpanjang di Jawa tersebut.

Mereka menangkap ikan mabuk yang mengambang karena mabuk di pinggir sungai atau yang oleh warga Lamongan dikenal dengan istilah ikan ngumbo.

Tua muda, kecil dan orang tua tak mau ketinggalan memanfaatkan munculnya fenomena alam yang tidak terjadi setiap saat ini.

Warga mencari ikan dengan menggunakan berbagai macam alat tangkap, bahkan banyak menggunakan tangan kosong.

Salah seorang warga Desa Laren Kecamatan Laren, Anwar mengatakan, fenomena ikan mabuk di sungai Bengawan Solo ini terjadi karena datangnya air yang membawa air keruh atau air banjir dari hilir.

Akibatnya, air keruh yang datang tiba-tiba membuat volume air meningkat drastis.

"Karena air keruh dan berwarna kecoklatan, ikan-ikan yang ada di sungai pun mengambang atau mabul karena tidak kuat dengan kondisi air yang baru datang," ungkap Anwar.

Fenomena ikan mabuk yang terjadi di sungai Bengawan Solo ini hanya terjadi sekali dalam setahun. Bahkan juga tidak ada dalam setahun.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved