Liga Indonesia

Lolos Final Liga 1, Para Pemain Persebaya Kompak Cukur Gundul, Begini Penampakannya

Para pemain Persebaya kompak cukur gundul, setelah timnya lolos final Liga 1 sekaligus untuk memenuhi ...

Lolos Final Liga 1, Para Pemain Persebaya Kompak Cukur Gundul, Begini Penampakannya
TRIBUNJATIM/IST
Para pemain Persebaya Surabaya usai cukur gundul di salah satu babershop dekat hotel di Kota Bandung, sebagai wujud syukur timnya lolos final Liga 2 sekaligus untuk memenuhi nazar, Minggu (26/11/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, BANDUNG - Jelang laga final Liga 2 melawan PSMS Medan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Selasa (28/11/2017) nanti, pemain Persebaya kompak cukur gundul.

Cukur gundul berjamaah ini dilakukan sebagian besar pemain Bajul Ijo, untuk memenuhi nazar mereka apabila lolos ke babak final Liga 2 dan naik ke kasta Liga 1.

Catatan Surya.co.id, sebanyak sembilan pemain dan beberapa official tim melakukan cukur gundul, Minggu (26/11/2017) sore, di salah satu barbershop di Jalan Sumatera, Kota Bandung, dekat hotel tempat menginap para pemain Persebaya.

Lawan Chelsea, Liverpool Kembali Ulangi Kesalahan di Liga Champions, Akibatnya Gigit Jari

Kalahkan Bayern Muenchen, Borussia Moenchengladbach Beri Tamparan Keras Jupp Hyenckes

Ke sembilan pemain tersebut adalah, Sidik Saimima, Rendi Irwan, Misbakus Solikin, Mei Handoko Prasetyo, Adam Maulana, Abu Rizal Maulana, Said Mardjan, Oktafianus Fernando dan Thaufan Hidayat.

"Lolos semifinal kita punya nazar, ada yang menyumbangkan sebagian rejeki ke panti asuhan, tapi kebanyakan anak-anak cukur gundul dan ada yang semir rambut juga. Ini untuk motivasi final nanti,mudah-mudahan bisa juara," kata Rendi Irwan, Kapten Persebaya Surabaya pada Surya.co.id, Minggu (26/11/2017) sore.

Selain itu, Rendi mengaku cukur gundul ini merupakan salah satu perayaan kebahagiaan para pemain dan official tim, karena telah mampu membuktikan jika Bajul Ijo telah mengubah hujatan menjadi tepuk tangan.

Banyak Sia-siakan Peluang, Ronaldo Malah Jadi Pahlawan Real Madrid saat Lawan Malaga

"Alhamdulillah sangat senang sekali bisa masuk Liga 1. Apalagi tim ini kekeluargaanya sangat kompak, dan terasa. Kami sudah merasakan banyak hal sama-sama, susah senang, mengalami kekalahan, dalat hujatan. Tapi saya kemarin bangga, hujatan jadi tepuk tangan, dan saya pikir anak-anak kemarin menangis, itu tangis bahagia," tegas Rendi. (Surya/Dya Ayu)

Penulis: Dya Ayu
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved