Breaking News:

Gunung Wilis Diguyur Hujan, Penopang Jembatan Bailey Koneksi Tulungagung dan Trenggalek Ambrol

Hujan deras yang menguyur kawasan Gunung Wilis akhirnya berdampak dan membuat warga dan kendaraan dihinggapi ketakutan, karena ...

SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Kondisi pondasi eks jembatan lama yang tersambung ke kontruksi jembtan bailey di Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Kamis (30/11/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Hujan deras yang menguyur kawasan Gunung Wilis membuat volume air sungai di sepanjang aliran Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri meningkat tajam.

Akibatnya, material kayu turut terbawa arus air sungai yang meluap hingga terkena beton penahan jembatan kama yang terhubung dengan pondasi dasar jembatan darurat (bailey).

Penjaga jembatan bailey bernama Zaenal Arifin mengatakan, ketika sungai Ngadi meluap sempat membawa material kayu sengon berukuran besar yang mengenai pondasi beton yang turut menahan jembatan itu.

Material kayu yang terbawa arus sungai itu mengakibatkan pondasi jembatan mengalami kerusakan.

"Kini pondasi beton masih tersisa satu, kondisinya juga miring," tutur Zaenal Arifin dijumpai Surya dilokasi, Rabu (29/11/2017).

Awas, Jalur Ponorogo-Pacitan Longsor dan Ambrol 100 Meter, Pengendara Kudu Waspada

Waspadalah Selama Tiga Hari ke Depan, Cuaca Ekstrem Mengancam Banyak Wilayah Indonesia

Zaenal menjelaskan rusaknya pondasi penyangga itu berpotensi menggeser jembatan bailey. Sebab, pondasi yang berada paling bawah itu terhubung dengan pondasi atas pada jembatan bailey.

Rusaknya pondasi itu menimbulkan kecemasan terkait pergeseran letak jembatan bailey.

Pasalnya, sebagian kontruksi tiang penyangga bailey masih menopang diatas jembatan lama yang sudah dalam kondisi abrol.

Halaman
123
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved