Proyek Stadion Miliaran Dibangun Asal-asalan, Dewan: Orang Awam Saja Tahu

Berbagai kejanggalan menyeruak setelah proyek miliaran pembangunan Stadion Kota Blitar roboh di tengah jalan. Padahal ...

Proyek Stadion Miliaran Dibangun Asal-asalan, Dewan: Orang Awam Saja Tahu
SURYA/SAMSUL HADI
Kondisi proyek miliaran bangunan dinding sisi selatan Stadion Supriyadi Kota Blitar yang roboh, Jumat (1/12/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR – Komisi III DPRD Kota Blitar menemukan beberapa kejanggalan terkait konstruksi bangunan tribun penonton sisi selatan Stadion Supriyadi yang roboh saat inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi, Jumat (1/12/2017).

Salah satunya soal bangunan tangga tempat duduk di tribun penonton yang posisnya tidak lurus.

“Ini proyek miliaran tapi pembangunannya asal-asalan. Ini orang awam saja tahu kalau posisi tempat duduk penonton zig-zag, tidak lurus,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar, Agus Zunaedi, di sela-sela sidak di lokasi tribun penonton yang ambruk.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu juga melihat posisi besi tulangan untuk cor di dinding yang roboh tidak terlalu kuat. Kondisi besi penguat dinding itu terlihat sambungan, tidak utuh dari bawah. Besi penguat untuk cor itu disambung dengan cara diikat menggunakan kawat.

“Seharusnya tidak boleh besi tulangan disambung, besi harus utuh dari bawah,” ujarnya.

Belum Selesai Dibangun, Proyek Stadion Supriyadi Kota Blitar Sudah Roboh, Akibatnya . . .

Stadion Supriyadi Kota Blitar Roboh, Polisi Beberapa Kali Lakukan Olah TKP, Ada Apa?

Selain itu, dia juga mendapati ukuran besi penguat yang atas dengan yang bawah tidak sama. Ukuran besi penguat bagi bawah lebih besar dibandingkan bagian atas.

Tetapi,dia tidak bisa menyimpulkan langsung penyebab robohnya dinding stadion.

Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan bangunan dinding stadion roboh. Bisa karena faktor alam maupun kualitas bangunan.

Halaman
123
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved