Tugu Demokrasi Jadi Polemik, Ketua DPRD Kabupaten Madiun Minta Maaf

Ia mengaku tidak ada kesengajaan dalam pembuatan desain dan pembangunan tugu itu dengan gambar atau logo kelompok agama tertentu.

Tugu Demokrasi Jadi Polemik, Ketua DPRD Kabupaten Madiun Minta Maaf
(Surya/Rahadian bagus)
Tugu kemerdekaan DPRD Madiun sama dengan Steps of Freemasonry atau tangga Freemasonry. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Djoko Setijono meminta maaf kepada masyarakat terutama warga Kabupaten Madiun, yang resah akibat pembangunan Tugu Demokrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Madiun.

"Kami mohon maaf kepada masyarakat atas ketidaksengaajaan kami, baik ini DPRD dan teman-teman eksekutif khususnya dinas PU terkait dengan desain ini," kata Djoko Setijono saat dikonfirmasi di gedung dewan, Kamis (7/12/2017) siang.

Ia mengaku tidak ada kesengajaan dalam pembuatan desain dan pembangunan tugu itu dengan gambar atau logo kelompok agama tertentu.

"Kami tidak ada kesengajaan apalagi dihubung-hubungkan dengan Yahudi. Apa untungnya dan apa kepentingan kita, tidak ada sama sekali," tegasnya.

Dia mengakui, bahwa ide awal Tugu Demokrasi yang menjadi kesatuan dalam pembangunan Taman Demokrasi berasal dari dirinya.

 GP Ansor Minta Tugu Demokrasi DPRD Kabupaten Madiun Dirobohkan

Pembangunan Taman Demokrasi yang di dalamnya terdapat Tugu Demokrasi itu sudah mendapat persetujuan dari anggota dewan yang lain.

Dia mengatakan, tujuan awal dari pembangunan Taman Demokrasi agar menambah destinasi taman yang ada di Kota Caruban. Harapannya, Taman Demokrasi yang nantinya dibuka untuk masyarakat umum itu dapat menjadi ruang publik.

"Kami memang sejak awal memang meniatkan halaman DPRD menjadi ruang publik. Paling tidak menambah satu destinasi taman yang ada di Kota Mejayan, Caruban. Dengan harapan kota Mejayan Caruban ini menjadi menarik, begitu awalnya," jelasnya.

Ia menuturkan, untuk desain gambar atau konsep taman dan tugu diserahkan sepenuhnya kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Madiun.

Halaman
123
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved