Setelah Perang Maut Selama 4 Tahun, Benteng Pertahanan Terakhir ISIS di Irak Jebol dan . . .

Irak mengumumkan negaranya kini telah terbebas dari kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Setelah Perang Maut Selama 4 Tahun, Benteng Pertahanan Terakhir ISIS di Irak Jebol dan . . .
AFP
Ilustrasi - Kelompok minoritas Yazidi, Irak, melarikan diri dari kekerasan ISIS di kota Sinjar, Irak. Mereka berjalan menuju perbatasan Suriah, di pinggiran gunung Sinjar. Kini, ISIS telah terusir dari wilayah Irak. 

TRIBUNJATIM.COM, BAGHDAD - Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) akhirnya terusir dari Irak.

Ini setelah Irak resmi mengumumkan negaranya kini telah terbebas dari ISIS.

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi, dalam konferensi pers di Baghdad, seperti diwartakan AFP Sabtu (9/12/2017), mengumumkan telah mengakhiri perang melawan ISIS yang telah berlangsung sejak 2014.

Pengumuman itu disampaikan Abadi setelah militer pemerintah, yang dibantu Amerika Serikat  dan paramiliter Syiah, berhasil mengamankan kawasan gurun.

Kawasan tersebut diklaim merupakan kantong pertahanan terakhir ISIS dan dekat dengan perbatasan Suriah.

"Pasukan kami telah sepenuhnya mengontrol perbatasan Irak-Suriah. Karena itu, saya nyatakan perang dengan ISIS telah berakhir," ujar Abadi.

Kepala Komando Gabungan (JOC) Jenderal Abdel Amir Yarallah berujar, pasukan koalisi berhasil mengamankan Padang Gurun Al-Jazira dalam sebuah operasi kilat.

Selain Gurun Al-Jazira, pasukan pemerintah juga berhasil merebut Hashed yang membentang dari utara Nineveh hingga barat Anbar.

"Saat ini, kami mengontrol perbatasan Al-Walid hingga Rabia sejauh 435 kilometer," kata Yarallah dalam pernyataan resminya.

Abadi melanjutkan, ISIS adalah teroris yang berusaha menghancurkan peradaban negara di dunia ini.

Halaman
12
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved