Breaking News:

Jatim Hasilkan 300 Juta Ton Limbah Tiap Tahun, Gus Ipul Harapkan Ada Kerja Sama dari Perusahaan

Gus Ipul mengatakan ada sekitar 300 juta pertahun limbah yang dihasilkan di Jawa Timur.

TRIBUNJATIM.COM/ADENG SEPTI IRAWAN
Gus Ipul saat menghadiri acara peringatan HUT RI ke-72 dan peringatan Hari Raya Idul Adha Posko Gotong Royong di Jalan Bulak Banteng Kidul 9A, Surabaya, Jumat (1/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan ada pekerjaan rumah yang harus dibereskan Pemerintah Provinsi Jatim terkait masalah limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Gus Ipul menyebutkan ada sekitar 800 ribu perusahaan di Jawa Timur yang diperkirakan menghasilkan limbah yang cukup besar.

Perkiraan jumlahnya mencapai ratusan juta ton pertahun.

"Kita punya pekerjaan rumah terkait limbah, di mana Jawa Timur memiliki banyak perusahaan yang otomatis menghasilkan limbah. Jumlah potensialnya sekitar 300 juta pertahun," ujar Gus Ipul saat Seminar Pengelolaan Limbah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim di Hotel Mercure, Surabaya, Rabu (13/12/2017).

( Pengamanan Natal dan Tahun Baru, Tiga Kapal PLP Tanjung Perak Ikut Dilibatkan )

Terkait hal itu, Gus Ipul mengharapkan adanya kerja sama yang baik antara perusahaan dengan pemerintah untuk penanganan limbah.

Di mana perusahaan bisa melaporkan limbahnya kepada pemerintah agar bisa dibantu dalam hal pengelolaan limbah yang banyak luput dari industri tingkat menengah dan kecil.

"Untuk saat ini dari 800 ribu perusahaan, banyak industri menengah dan kecil yang belum bisa mengolah limbahnya. Tidak sama seperti Paiton yang bisa mengolah limbahnya sendiri," jelas Gus Ipul.

Dilain pihak menurut, Prof Joni Hermana, Rektor ITS, terkait limbah B3 harus ada juga tanggung jawab dari pemerintah.

Mengingat jumlah yang dihasilkan cukup besar yakni kurang lebih 300 juta ton pertahun.

"Sesuai hukum yang mengatur di UU RI No. 32 /2019 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Pemerintah punya tanggung jawab soal limbah," ungkap Prof. Joni Hermana.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved