Breaking News:

Pilgub Jatim 2018

Gus Ipul-Anas Bakal Genjot Transportasi Udara Jatim

“Jadi ini sudah ada sesuatu yang terukur, kami sudah ada praktiknya dan kelihatan hasilnya di Banyuwangi,” ujar Abdullah Azwar Anas.

Penulis: Haorrahman | Editor: Yoni Iskandar
SURYA/HAORRAHMAN
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Ibu Sinta Nuriyah Wahid, saat berada di Bandara Blimbingsari, Sabtu (7/10/2017). 

 TRIBUNJATIM.COM,SURABAYA - Pasangan Calon Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur Jatim Abdullah Azwar Anas, bakal menjadikan infrastruktur transportasi udara sebagai salah satu program yang mendapat perhatian serius jika terpilih.

Anas mengaku punya kiat tersendiri dalam mengembangkan infrastruktur transportasi udara karena punya pengalaman terukur saat berjibaku menggarap Bandara Banyuwangi. Bandara Banyuwangi sendiri mulai beroperasi 2010 di era Anas menjabat.

Dari sebelumnya tak ada penerbangan, saat ini dalam sehari ada enam frekuensi penerbangan ke Banyuwangi, yaitu tiga kali dari Surabaya dan tiga kali dari Jakarta.

Jumlah penumpang terus melonjak 1.339 persen dari 7.826 orang pada 2011 menjadi 112.661 orang pada 2016, dan diprediksi tembus 250.000 orang pada 2018 seiring rencana penambahan frekuensi dan pembukaan rute internasional.

“Jadi ini sudah ada sesuatu yang terukur, kami sudah ada praktiknya dan kelihatan hasilnya di Banyuwangi,” ujar Abdullah Azwar Anas.

Abdullah Azwar Anas menyebut, transportasi udara berperan penting mengakselerasi ekonomi lokal.

“Soal dampak transportasi udara ini, input-output-nya jelas. Jadi tinggal atur konsep pengembangannya secara terarah, lalu pemda mendukung penuh,” ujar Abdullah Azwar Anas.

Abdullah Azwar Anas mencatat sejumlah hal penting soal transportasi udara di Jatim. Pertama, pengembangan Bandara Juanda sebagai jantung utama transportasi udara di Jatim dengan prioritas pada pembangunan landas pacu kedua.

“Harus segera ada runway kedua sesuai rencana, karena kalau begini terus susah bergerak arus pesawatnya. Juanda ini termasuk yang terbesar di Indonesia, tapi disparitasnya dengan Jakarta terlalu besar, yang kemudian berdampak ke banyak hal, seperti investasi, MICE dan sebagainya yang kalah jauh dari Jakarta,” ujar Anas.

Seiring dengan infrastruktur runway di Juanda, harus disiapkan berbagai penunjang dan turunan ekonominya dengan pengaturan tata ruang yang lebih sistemik. Misalnya penyiapan kota baru dan infrastruktur MICE (meeting, incentives, convention, exhibition) yang lebih lengkap berkolaborasi dengan swasta.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved