Jumlah Kampus Lebih Banyak dari China, 1.000 Perguruan Tinggi di Indonesia Akan Dihapus

Merger perguruan tinggi swasta yang tidak memenuhi kriteria terus dilakukan, bahkan sudah ...

Jumlah Kampus Lebih Banyak dari China, 1.000 Perguruan Tinggi di Indonesia Akan Dihapus
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Menristekdikti RI, M Nasir, saat meninjau hasil riset di Kampus C Unair, Mulyorejo, Surabaya, Jumat (28/4/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Merger perguruan tinggi swasta yang tidak memenuhi kriteria, menurut Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M Nasir, sudah berjalan.

Menurutnya, Indonesia saat ini memiliki 4.529 perguruan tinggi.

Jumlah tersebut adalah dua kali lipat jumlah perguruan tinggi yang dimiliki China, meski jumlah penduduk Indonesia hanya 1/6 negeri tirai bambu itu.

“Perguruan tinggi Indonesia harus berkualitas dan profesional. Transparan, terbuka, dan jelas. Perguruan tinggi yang kecil-kecil lebih baik dimerger. Kalau yang tidak bermutu atau bermasalah lebih baik ditutup,” tuturnya ketika mengunjungi Universitas Islam Malang, Rabu (27/12/2017).

Ia menambahkan, merger juga dilakukan agar tidak terlalu banyak perguruan tinggi di Indonesia karena manajemennya sulit dan biaya besar yang dibutuhkan.

“Perguruan tinggi dengan 500-1.000 mahasiswa tidak akan bisa menutup biaya operasional mereka,” jelasnya.

Ia melanjutkan sudah ada beberapa perguruan tinggi yang resmi merger. Termasuk 4-5 perguruan tinggi di Jawa Timur.

“Syaratnya perguruan tinggi dimerger dengan perguruan tinggi lain yang berada pada satu yayasan, atau telah mencapai kesepakatan jika antar yayasan. Nanti kami bisa memfasilitasi,” terangnya.

Koordinator Kopertis wilayah VII Jatim, Soeprapto yang turut hadir, menambahkan di Jawa Timur sudah ada merger perguruan tinggi di Paiton, Madiun, dan Pasuruan.

“Maksudnya Pak Menteri kan untuk efisiensi menejemen. Targetnya 2019 ada 1.000 perguruan tinggi yang hilang namanya,” beber dia.

Hilangnya perguruan tinggi tersebut diharapkan Soeprapto hanya sebatas merger dan jangan sampai ada perguruan tinggi yang ditutup karena masalah.

“Masih ada 3 perguruan tinggi bermasalah di Jatim. Di Malang ada 1 yang masih konflik internal yayasan dan tidak kunjung selesai. Kami terus berupaya mengatasi konflik tersebut,” lanjutnya.

Ia mengatakan batas bagi perguruan tinggi bermasalah itu adalah tahun ini yang tinggal beberapa hari. “Kalau tidak bisa diatasi juga oleh Kopertis, maka akan menjadi urusan menteri,” tegasnya. (Surya/Neneng Uswatun Hasanah)

Editor: Mujib Anwar
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved