Septic Tank Maut

Kesal Lihat Nyawa Anak dan Cucunya Jadi Tontotan Warga, Kakek ini Lalu Bertindak Nekat nan Heroik

Kakek ini tak kuasa menahan tangis saat mengingat kisah meninggalnya dua anak dan satu cucunya, secara mengenaskan, hingga ...

Kesal Lihat Nyawa Anak dan Cucunya Jadi Tontotan Warga, Kakek ini Lalu Bertindak Nekat nan Heroik
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Mbah Jamil saat menceritakan perjuangannya mengangkat jenazah dua anak dan cucunya dari galian septic tank kepada warga yang takziah ke rumah Suparno, di Dusun Jurangpelen, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Rabu (27/12/2017). 

Jamil lantas mengangkat dan mengikatnya dengan tali. Mbah Jamil, sapaan akrabnya lantas meminta warga di atas untuk menarik tali itu ke atas.

Perjuangannya pun belum selesai. Sampai di atas, mbah Jamil mendengar teriakan warga bahwa masih kurang satu.

Jumlah Kampus Lebih Banyak dari China, 1.000 Perguruan Tinggi di Indonesia Akan Dihapus

Ada Mujiono yang belum ditemukan. "Loh saya tidak tahu kalau Mujiono ikut tenggelam. Setahu saya , Mujiono ini biasa ikut saya menjaga portal, kok sudah bisa di sini. Tapi, saya tidak memikirkan itu dan saya langsung cari dia," imbuhnya.

Dirinya menyelam lagi ke dalam. Sayangnya, usahanya gagal. Beberapa kali menyelam, ia tak menemukan tubuh anak pertamanya ini. Ia sempat putus asa dan tidak kuat lagi menahan bau menyengat di dasar galian.

Namun, ia kembali mencobanya sekali lagi. Di percobaan terakhir, ia berhasil melihat kaus yang dikenakan Mujiono.

Ia tarik kaus itu. Namun, kausnya molor dan sobek. Mbah Jamil pun akhirnya menarik tangan anaknya itu. Setelah berhasil ditarik dari dalam galian, ia meminta warga menurunkan tali untuk mengangkat Mujiono.

"Terakhir saya, saya rasanya sudah tidak kuat, dan sempoyongan saat jalan," katanya sambil meneteskan air matanya.

Mbah Jamil mengaku, Mujiono dan Suparno ini merupakan anak kesayangannya. Keduanya sangat berbakti pada orang tua.

Dia tidak menyangka nasib dua anaknya akan seperti ini. "Semoga amal dan ibadah mereka diterima. Saya minta maaf kalau saya punya salah. Tapi yang harus jadi pelajaran, kalau mau apa-apa rundingan sama orang tua, biar saya carikan hari baiknya apa," tutup Mbah Jamil. (Surya/Galih Lintartika)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved