Kota Batu Bangun Gedung Veteran Rp 3 Miliar, Belum Diserahkan Kok Sudah Rusak

Rencana menyenangkan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dengan memberi gedung baru yang representatif, yang terjadi malah sebaliknya.

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Mujib Anwar
SURYA/SANY EKA PUTRI
Bagian atap gedung Veteran Kota Batu du lantai 2 yang berlubang, sehingga saat hujan pasti bocor dan membuat banjir di ruangan, Kamis (11/1/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Pemkot Batu membangun gedung khusus untuk veteran pada 2015. Namun belum genap dua tahun gedung itu kondisinya mengenaskan banget.

Temboknya sudah mulai usang dan sejumlah titik bangunan serta fasilitas banyak yang rusak. 

Seperti yang terlihat di ruang pertemuan di Gedung Veteran di Jalan Sultan Agung, Kota Batu. Bagian atap gedung tersebut sudah berlubang, sehingga ketika hujan, bocor.

Bahkan sampai banjir, dan mengganggu setiap ada kegiatan. Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Batu Batu, H Handri Israwan mengatakan bocornya atap ini sudah terjadi sejak musim hujan.

Tidak hanya atap bocor saja, bahkan ada beberapa fasilitas yang rusak. Seperti pintu kamar mandi ada yang rusak.

"Kami sangat berterima kasih dengan dibangunnya bangunan ini, bahkan ini termasuk gedung yang terbagus, tetapi yang kami resahkan atapnya bocor, kasihan kan kami di sini sudah sepuh gedungnya tidak mendukung," kata Handri saat ditemui di Gedung Veteran, Kamis (11/1/2018).

Tidak hanya itu, kurangnya pengamanan di gedung itu juga dikeluhkan oleh para pejuang veteran. Pengamanan ini tidak ada di bagian lantai 2 sehingga membahayakan.

Handri menambahkan akses tangga menuju lantai atas juga dirasa tidak sesuai. Karena tinggi jarak antara atap dengan lantai sangat pendek, ukurannya tidak sampai 2 meter.

Bahkan sering membuat orang yang melintas terbentur kepalanya. Sehingga harus menundukkan kepala.

Padahal, bangunan itu merupakan bangunan baru dan memakan biaya sekitar Rp 3 Miliar.

"Bangunan ini kan juga di sewakan untuk umum, kalau kondisinya tidak mendukung kan jadinya tidak ada yang menyewa. Tetapi kami utamakan untuk kenyamanan para veteran, kami kan sudah sepuh," imbuhnya.

Ia sangat menyayangkan bangunan semegah ini jika dibangun dengan asal-asalan. Bangunan 3 lantai ini dibangun untuk para pejuang veteran se Kota Batu yang berjumlah 61 orang.

Untuk lantai satu, difungsikan sebagai kantor LVRI dan Pepabri. Sedangkan lantai dua menjadi satu bagian berupa aula yang nantinya bisa berfungsi sebagai gedung pertemuan berbagai kegiatan.

Dilain hal, Wakil Ketua LVRI Batu, Soetjipto menambahkan kalau pihaknya berharap ada pembenahan terkait gedung ini. Belum lagi gedung ini belum dilakukan serah terima dan belum dilaunching.

"Inginnya ya dibenerin, untuk kenyamanan para veteran  di sini. Masa tiap hujan bocor, itu kan ketakutan kami," kata dia.

Disamping itu, Ketua DPRD Batu, Cahyo Edi Purnomo, menegaskan, bangunan ini memang belum diserah terima.

Pihaknya meminta kepada Pemkot Batu agar memperhatikan bangunan yang dibangun khusus untuk veteran di Batu.

"Apalagi bangunan ini dibangun khusus untuk para pejuang veteran dengan mengingat jasa mereka. Kalau memang ada yang kurang bagus, ya dibenerin," kata Cahyo. (Surya/Sany Eka Putri)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved