Perampas Motor di Suramadu Disergap Petugas, Diiming-imingi Gadis Cantik

Lantaran petugas menyamar sebagai pacar korban untuk memancing pelaku dari tempat persembunyiannya.

Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Yoni Iskandar
(Surya/ Anas Miftakhudin)
Tersangka Miftahul Fahmi dan Asmat saat dibawa petugas untuk rilis di depan Gedung Bidhumas Polda Jatim, Rabu (17/1/2018). 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Penangkapan pelaku perampas motor dan ponsel di tengah Jembatan Suramadu, Miftahul Fahmi, 20, asal Sanggra Agung Barat, Soca, Bangkalan Madura yang dilakukan Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim cukup unik.

Lantaran petugas menyamar sebagai pacar korban untuk memancing pelaku dari tempat persembunyiannya.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Kombes Pol Agung Yudha Wibowo didampingi Kasubdit III Jatanras AKBP Bobby Paludin Tambunan, menjelaskan tersangka saat ditangkap tidak melakukan perlawanan, karena petugas sudah mengepung tempat yang dipakai untuk bertemu dengan pacar korban, Meyco Dio Mardiansyah.

"Tersangka langsung kami sergap karena anggota sudah nyanggong di lokasi sekitar Kenjeran," ujar AKBP Bobby, Rabu (17/1/2017).

AKBP Bobby, menuturkan pascaperampasan motor Suzuki Satria FU dan ponsel milik Meyco asal Kupang Panjaan II, 11 Januari kemarin, petugas yang menyamar sebagai pacar korban mencoba mengirim pesan via WA untuk menanyakan kabarnya.

Ternyata ponsel korban masih aktif dan dijawab pelaku kondisinya baik.

"Dari komunikasi itu, akhirnya kami intens mengirim WA," jelasnya.

Setelah berlangsung beberapa hari, anggota mencoba mengajak bertemu di kawasan Kenjeran. Rupanya tersangka terpancing dan mengiyakan pertemuan yang sudah diatur itu.

Begitu tersangka muncul petugas membuntuti kemudian disergap dari belakang dan samping.

"Tersangka langsung mengiyakan jika merampas motor dan ponsel korban Meyco sehingga langsung kami bawa ke Mapolda," paparnya.

Perampasan motor dan ponsel itu berawal, korban sudah saling kenal dengan tersangka. Korban saat itu dihubungi tersangka agar meluncur ke Bangkalan.

Ia (tersangka) mengaku jika ponselnya diambil teman korban bernama Nero.

Seketika itu korban berangkat ke Bangkalan dengan maksud menjemput Fahmi.
Rupanya Fahmi sudah menunggu korban di dekat Jembatan Suramadu.

Begitu korban datang dan belum turun dari motor yang dikendarai ponselnya langsung diminta tersangka.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved