Konsulat Amerika Serikat Fasilitasi Mahasiswa Indonesia dan Timor Leste Belajar Bahasa Inggris

Bahasa Inggris di Indonesia dan Timor L’este, Konsulat Jenderal Amerika Serikat Jakarta menghadirkan Camp EPIC

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Yoni Iskandar
surya/ahmad zaimul haq
Salah satu peserta EPIC sedang mengajarkan bahasa Inggris ke pada siswa kelas 8, SMP Khadijah. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Untuk mendukung pengetahuan Bahasa Inggris di Indonesia dan Timor L’este, Konsulat Jenderal Amerika Serikat Jakarta menghadirkan Camp EPIC (Empowered, Prepared, Inspired, Connected).

Camp EPIC adalah program intensif selama 2 minggu untuk mahasiswa tingkat akhir jurusan sastra Inggris atau Pendidikan Bahasa Inggris di Indonesia dan Timor L’este.

"Camp EPIC merupakan inisiatif Regional English Language Office (RELO) di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, bermitra dengan Universitas Indonesia," jelas William S. Little, Regional English Languange Officer Public Affairs.

Program ini dirancang untuk memperkuat studi mahasiswa Indonesia dan Timor L'este dengan memberi pelatihan pengajaran Bahasa Inggris (ELT) sebelum mereka lulus dan menjadi pengajar bahasa Inggris.

Kali ini Camp EPIC ke empat, mereka selenggarakan di Surabaya dengan 55 peserta.

Baca: Bonek Kumpulkan Koin Untuk Datangkan Andik Vermansah Gabung Persebaya Surabaya

"Selama dua Minggu peserta kami bekali dengan metode belajar Bahasa Inggris, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke sekolah sebagai bagian dari hasil belajar selama dua minggu," tambahnya.

William juga menjelaskan bahwa Camp EPIC tidak hanya menawarkan pelatihan ELT, tapi juga kegiatan antar kebudayaan yang difasilitasi oleh English Language Fellows (ELF) dari Kedubes AS, guru Bahasa Inggris dari Amerika Serikat.

Baca: Angel Lelga Naik Ojek Online Bukannya Dipuji Malah Dihujat Netizen, Dikira Kita Bakal Simpati?

Program EPIC yang berjalan sejak tahun 2015 ini, menghasilkan lebih dari 100 calon guru Bahasa Inggris dari 40 universitas lebih di seluruh Indonesia dan Timor L’este.

"Kami mengajarkan bahasa Inggris dengan metode yang lebih komunikatif dan menciptakan suasana menyenangkan di dalam kelas. Sehingga anak-anak pun tidak merasa kesulitan," tutupnya. (Pipit Maulidiya)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved