Kasus Siswa Aniaya Guru

Prihatin Siswa Aniaya Guru Hingga Tewas, Khofifah Ada Terapi Psikologis dan Sosial

bacagub Khofifah prihatin dengan penganiayaan siswa terhadap guru di Sampang hingga tewas. Dia minta ada terapi khusus.

Prihatin Siswa Aniaya Guru Hingga Tewas, Khofifah Ada Terapi Psikologis dan Sosial
istimewa
Kondisi Guru budi saat masih hidup dan saat dirawat di RSU dr Soetomo, Surabaya. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bakal Calon Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa turut menanggapi adanya kasus penganiayaan oleh siswa pada guru di SMAN 1 Torjun Kabupaten Sampang yang berakibat guru sampai meninggal dunia.

Mantan Menteri Sosial itu mengaku prihatin atas kejadian tersebut.

Menurutnya, proses mendidik anak tidak cukup hanya transfwr of knowledge.

Atau hanya menyampaikan pengetahuan saja. Melainkan juga transfer of attitude.

"Itulah sebabnya juga mengapa Pak Jokowi menguatkan revolusi mental, revolusi karakter. Jadi problem ini ada di mental dan karakter anak. Tentang bagaimana anak menghormati guru, anak menghadapi senior, atau sikapnya pada sesepuh," kata Khofifah, yang diwawancara di Makam Siti Fatimah binti Maimun di Leran, Kecamatan Manyar, Gresik, Jumat (2/2/2018).

Dihajar Muridnya Sendiri Saat Pelajaran, Guru Idola di Sampang Madura Tewas Mengenaskan

VIDEO - Inilah Penampilan Terakhir Guru Idola di Sampang yang Tewas Dihajar Muridnya Sendiri

Oleh sebab itu, kata Khofifah masalah sikap anak masih harus menjadi pekerjaan rumah lagi.

Agar sekolah tak hanya menjadi tempat transformasi pengetahuan saja tapi juga sikap dan mental.

"Atas adanya kasus ini, saya prihatin. Semoga guru yang meninggal khusnul khotimah. Dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved