Selama ini Masyarakat Belum Akses Aplikasi BMKG

Potensi bencana di Jawa Timur diperkirakan masih cukup tinggi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

Penulis: Akira Tandika | Editor: Yoni Iskandar
SURYA/NURAINI FAIQ
Peta citra radar BMKG yang memperlihatkan kondisi cuaca Pacitan yang terpantau cerah, Rabu (29/11/2017) pagi. 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Potensi bencana di Jawa Timur diperkirakan masih cukup tinggi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberi imbauan sejak dini kepada masyarakat.

"Kita sudah warning untuk beberapa wilayah yang memiliki dataran tinggi, supaya bisa bersiaga jika memang terjadi bencana," jelas Teguh.

Ditemui di ruangannya, Selasa (6/2/2018) Teguh menjelaskan tentang potensi bencana Jawa Timur di musim penghujan ini.

Satu di antaranya ialah longsor, yang sering terjadi di wilayah selatan Jawa Timur, seperti Pacitan, Nganjuk, dan Ponorogo.

Selain faktor hujan dengan intensitas tinggi, Teguh juga menuturkan bahwa perubahan alih fungsi lahan juga turut andil dalam terjadinya bahaya.

Baca: Jika Terjadi Kebakaran Hutan, Jokowi Ancam Copot Jabatan Pangdam dan Kapolda

Sementara di wilayah Surabaya sendiri, hanya diprediksi akan terjadi hujan berintensitas rendah di sebagian wilayah.

Hujan yang mengguyu Surabaya terjadi pada sore hingga malam hari dengan suhu sekitar 25 derajat celcius.

"Sebenarnya BMKG sudah memiliki aplikasi untuk melihat prakiraan cuaca, hanya saja sebagian masyarakat belum memanfaatkan aplikasi tersebut," terang Teguh.

Selain aplikasi, dirinya juga menambahkan bahwa, prakiraan cuaca juga bisa dilihat melalui website BMKG.

"Untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya, bisa langsung mengunjungi di juanda.jatim.bmkg.go.id ," tutupnya. (Akira tandika)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved