DPRD Kota Blitar Ingatkan Relokasi Pedagang Pasar Legi Harus Matang

Komisi II DPRD Kota Blitar meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar mensosialisasikan rencana relokasi pedagang

DPRD Kota Blitar Ingatkan Relokasi Pedagang Pasar Legi Harus Matang
SURYA/SAMSUL HADI
Para pedagang Pasar Legi yang kiosnya terbakar tahun lalu sekarang menempati lapak sementara yang dibangun Pemkot Blitar di depan pasar. Mereka berharap pembangunan pasar segera terlaksana, Minggu (12/11/2017). 

 TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Komisi II DPRD Kota Blitar meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar mensosialisasikan rencana relokasi pedagang Pasar Legi secara resmi.

Disperindag harus mensosialisasikan rencana itu ke semua pedagang bukan hanya perwakilan.

"Sosialisasinya harus resmi, buat undangan ke pedagang secara tertulis. Semua pedagang harus diundang sosialisasi, jangan hanya perwakilan. Nanti timbul masalah lagi," kata Ketua Komisi II, Yohan Tri Waluyo, Senin (19/2/2018).

Politikus Partai Gerindra itu tidak ingin rencana relokasi pedagang Pasar Legi menimbulkan masalah seperti rencana relokasi pedagang loak di Pasar Templek. Karena sosialisasi yang tidak tuntas, para pedagang loak di Pasar Templek memprotes rencana relokasi.

Disperindag harus menyiapkan secara matang rencana relokasi pedagang. Terutama soal pemilihan tempat relokasi. Sebelum memutuskan tempat, Disperindag harus mengajak bicara para pedagang. Sebab, para pedagang yang paham kondisi berjualan.

Baca: 10 Foto Grace Natalie, Ketua Umum PSI yang Berani Sindir Partai Senior, Gak Kalah Cantik Sama Model!

"Jangan setelah memilih tempat baru memberi tahu pedagang. Kalau tidak cocok nanti ramai lagi. Termasuk soal luasan dan posisi tempat berjualan harus disepakati dulu dengan pedagang," ujarnya.

Dikatakannya, selain menyiapkan tempat relokasi, Pemkot Blitar juga harus segera mencari solusi anggaran untuk pembangunan Pasar Legi. Selama ini, Pemkot menunggu dana bantuan dari pemerintah pusat untuk membangun ulang kios pedagang Pasar Legi.

Tetapi, sampai sekarang posisi dana bantuan itu belum jelas. Harus segera ada alternatif lain. Kalau memang dana bantuan dari pemerintah pusat belum bisa turun, Pemkot bisa mengalokasikan anggaran dari APBD. Alokasi anggaran dari APBD bisa dilakukan secara bertahap.

"Anggaran untuk pembangunan ulang kios pedagang memang besar. Kalau tidak mampu sekali, anggarannya bisa dialokasikan secara bertahap. Kasihan pedagang sudah lama menunggu pembangunan, tapi belum ada kepastian," katanya.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved