Breaking News:

Kajari Pasuruan Ingatkan Pelajar Untuk Hormat dan Patuhi Hukum

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pasuruan Muh Noor mengingatkan pelajar untuk hormat dan patuh terhadap hukum sejak dini.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Galih Lintartika
Para siswa saat bermain teaterikal di alun – alun Bangil. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pasuruan Muh Noor mengingatkan pelajar untuk hormat dan patuh terhadap hukum sejak dini.

Hal itu disampaikannya saat memimpin upacara bersama program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dan Jaksa Masuk Pesantren (JMP) di alun – alun Bangil, Kamis (22/2/2018) pagi yang diikuti sekitar 5.000 pelajar dari tingkat SMP sederajat, dan SMA sederajat.

Kepada Tribunjatim, Muh Noor mengatakan, program JMS dan JMP ini diharapakan mampu merevolusi karakter bangsa dengan mengenal hukum sejak dini. Goalnya, diharapkan pengetahuan hukum sejak dini ini mampu membawa pelajar ini menjauhi hukum.

“Para pelajar ini merupakan masa depan bangsa. Apa yang mereka perbuat sekarang adalah cerminan masa depan. Sesuai dengan program Jaksa Agung, kami harus memberikan sosialisasi hukum di tingkat pelajar,” katanya.

Dia menjelaskan, pemuda atau para pelajar ini memiliki peran untuk menumbuhkembangkan aspek dan moralitas dalam bertindak.

Baca: Heboh Ular Piton di Dalam Gerbong Penumpang Kereta Asal Surabaya, PT KAI: Penumpang Kelabuhi Petugas

Maka dari itu, ia ingin pemahaman tentang hukum ini bisa menjadi dasar untuk meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pemuda.

“Jangan sampai ada kasus pemukulan siswa kepada gurunya seperti yang terjadi di Sampang. Semoga tidak terjadi di sini,” katanya.

Ia mengungkapkan, teknis program ini yakni jaksa keliling ke sekolah dan pesantren di Pasuruan. Selanjutnya, di dalam sekolah, jaksa akan menerangkan tentang beberapa materi hukum pidana dan perdata.

“Intinya, program ini mengenalkan siswa terhadap hukum yang sesuai dengan Pancasila sebagai alat pemersatu dan mempertahankan persatuan bangsa Indoneisa. Mengubah pola pikir negatif, dan meminimalisir pelaku kejahatan dari generasi muda yang notabene generasi masa depan bangsa. Minimal, kalau mereka tahu hukum, akan berfikir dua kali saat mau melakukan sesuatu,” jelas dia.

Baca: Biasa Bergelimang Harta, Ada Kebiasaan Baru Roro Fitria di Tahanan, Terkait Hal Ghaib?

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Iswahyudi mengaku sangat mengapresiasi program ini. Kata dia, pihaknya mendukung program ini.

Bahkan, ia mengaku akan merapatkan barisan dengan sekolah – sekolah se-Pasuruan dalam jangka waktu dekat.

Dalam pertemuan itu, ia akan meminta kepada sekolah untuk menyiapkan jam khusus yang bisa digunakan jaksa untuk sosialisasi soal program JMS ini.

“Akan kami siapkan waktunya. Saya pribadi juga ingin pelajar di Pasuruan ini tahu dan paham tentang hukum. Saya ingin, mereka juga patuh akan hukum,” pungkas dia. (Surya/Galih Lintartika)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved