Breaking News:

Jelang Vonis, Massa FSGM Kembali Gelar Aksi Dukung Guru Cabul di PN Lamongan

Massa yang tergabung di Forum Santri Guru dan Masyarakat (FSGM) kembali menggelar istighotsah di Pengadilan Negeri Lamongan Jawa Timur,

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni Iskandar
Hanif Manshuri
Massa FSGM gelar aksi di depan PN dan Alief Abdul Haris menunggu sebelum sidang dimulai, Senin (12/3) 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Massa yang tergabung di Forum Santri Guru dan Masyarakat (FSGM) kembali menggelar istighotsah di Pengadilan Negeri Lamongan Jawa Timur, Senin (12/3/2018).

Aksi kali ini merupakan demo kedua setelah sebelumnya melakukan aksi serupa.
Massa sekitar 100 orang perwakilan santri, murid, orang tua murid, mantan santri dan masyarakat umum ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan support terhadap kasus yang sedang dihadapi sang Kepala Sekolah SMK, Alief Abdul Haris yang juga membawahi salah satu Ponpes di Made Lamongan yang hari ini menjalani sidang vonis dalam perkara dugaan persetubuhan dengan paksa terhadap calon santri atau muridnya.

Setelah agenda vonis ditunda sepekan, kali ini digelar di PN Lamongan jalan Veteran.
Sebelum sidang dibuka dan digelar, massa yang datang sejak pagi menggelar Istighotsah di luar pagar Kantor PN dengan memanfaatkan trotoar.

Massa duduk rapi bersila menghadap arah Kantor PN.

Baca: Bantalan Beton Patah, Jembatan Kartini Menuju Pandegiling Surabaya Ditutup

Bacaan Istighotsah dibawakan bergantian oleh sejumlah ustadz dengan menggunakan sound system yang diusung menggunakan mobil.

"Ini aksi solidaritas unguk Gus Haris," kata Koordinator Forum, Syaiful Aziz kepada tribunjatim.com, Senin (12/3/2018).

Kali ini massa hanya membawa satu agenda, yakni menggelar Istighotsah tanpa audiensi seperti demo sebelumnya.

Saat ini sidang sedang dengan agenda pembacaan vonis sedang berlangsung.

Baca: Patok Harga Umrah Cuma Rp 14 Juta, Ini 6 Cara First Travel Tipu Jamaah, No 3 Sungguh Dahsyat

Sidangan terbuka ini dipimpin oleh Hakim Ketua Pengadilan Negeri Lamongan, Nova Flory Bunda.

Sekedar diketahui, aksi massa FSGM ini dipicu Alief Abdul Haris (33) sang Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di jalan Mastrip Gang Made Sebalong Kecamatan Lamongan Jawa Timur yang dituntut 15 tahun JPU karena dugaan telah menyetubuhi calon siswanya, pada 12 Juli 2017 sekitar pukul 19.30 WIB di ruang piano yang berada di dalam ruangan guru SMK yang dipimpinnya.

Pada persidangan kelima dengan agenda tuntutan, Haris dituntut 15 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Andika Nugraha T, Kamis (22/2/2018).

Tuntutan begitu tinggi dan memberatkan didasarkan lantaran pelakunya seorang tenaga pendidik, alias guru.

Terdakwa dijerat pasal 81 ayat (3) jo pasal 76 D Undang -Undang RI nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-Undang RI nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.(Surya/Hanif Manshuri)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved