Breaking News:

Bupati Nganjuk Kena OTT

Berikut Kronologi Kejadian Dugaan Suap Jabatan kepada Bupati Nganjuk Nonaktif

Kabag Umum RSUD Nganjuk, M. Bisri dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Nganjuk, Harjanto, divonis dua tahun penjara.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Edwin Fajerial
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Terdakwa Harianto divonis majelis hakim 2 tahun penjara di Pengadilan Tipikor, Surabaya, Senin (12/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Samsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kabag Umum RSUD Nganjuk, M. Bisri dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Nganjuk, Harianto, divonis dua tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya. Senin, (12/3/2018). 

Kedua terdakwa terbukti sah melakukan suap atas mutasi jabatan yang diberikan oleh Bupati Nganjuk nonaktif, Taufiqurrahman. 

Berikut kronologinya ;

Awal April 2017 

Harjanto dihubungi Ibnu Hajar, orang kepercayaan Taufiqurrahman, agar menyiapkan uang sebesar Rp 100 juta untuk keperluan Taufiqurrahman yang sedang ada acara di Yogyakarta.

Namun, Harianto hanya sanggup membayar Rp 80 juta, lalu ia menyerahkan kepada Ibnu Hajar di rumahnya, lalu oleh Ibnu memberikannya kepada Taufiqurrahman yang saat itu berada di Yogyakarta.

Awal Mei 2017

Bupati Nganjuk Taufiqurrahman memutasi terdakwa M Bisri dari Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, menjadi Kepala Bagian (Kabag) Umum RSUD Nganjuk.

Ia juga minta terdakwa mengkoordinasi para pegawai yang ingin mendapat jabatan eselon III dan IV, baik di RSUD Nganjuk maupun RSUD Kertosono.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved