Breaking News:

Polisi Ungkap Sejumlah Fakta Terkiat Video Viral Siswi SMP Sidoarjo

Penyidik Unit PPA Satreskrim Polresta Sidoarjo menemukan sejumlah fakta dalam kasus bullying yang videonya viral

Penulis: M Taufik | Editor: Yoni Iskandar
Instagram/dramakuingosip
Aksi anak-anak SD membully temannya 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Penyidik Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polresta Sidoarjo menemukan sejumlah fakta dalam kasus bullying yang videonya viral beberapa hari terakhir.

"Fakta-fakta terkait video itu diketahui penyidik setelah melakukan klarifikasi kepada semua pihak. Termasuk anak-anak yang terlibat dalam peristiwa itu, orangtuanya, pihak sekolah, dan sebagainya," ungkap Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris, Selasa (13/3/2018) sore.

Diketahui, peristiwa itu terjadi di sebuah pekarangan di perumahan Bumi Intan Desa Gebang, Kecamatan Kota, Sidoarjo, pada Kamis (8/3/2018) lalu. Yang terlibat dalam peristiwa itu, ada dua orang siswi SDN Rangkah Kidul berinisial Ik dan Fr, seorang siswi SMPN 1 Buduran berinisial Dn, dan tiga siswi SMPN 6 Sidoarjo berinisial Pj, Lt, dan An.

Baca: Video Viral Aksi Kekerasan Siswa Sidoarjo, Polisi dan Dindik serta KPAI Masih Bertahan di SMPN 6

"Peristiwa berawal saat korban Fr bermain ke rumah An. Beberapa saat kemudian, datang Lt dan kawan-kawannya yang setelah beberapa saat ngobrol dan kemudian mengajak korban keluar dari rumah menuju pekarangan kosong," urai Harris.

Pas di pekarangan itulah aksi bully mulai dilancarkan. Fr dikeroyok Lt dan kawan-kawannya.

"Dibully iya, tapi tidak sampai ada kekerasan atau penganiayaan. Cuma sempat ada yang mendorong dagu dan kepala korban menggunakan tangan," lanjut Harris.

Baca: 150 Kitab Kuno Tulisan Tangan Berusia 600 Tahun di Perpus Pamekasan Diperbaiki Ulang

Nah, peristiwa itu sempat direkam menggunakan dua ponsel milik Ik dan Dn. Tapi Ik sempat menyerahkan handphone ke rekannya, dan dia ikut mengolok-olok korban sehingga terekam dalam video. Rekaman satunya pakai ponsel Dn.

Saat ditanyai polisi, para pelaku mengaku melakukan itu karena kesal dengan korban. Salah satunya, Lt yang paling kesal karena dulu sempat diolok-olok oleh Fr.

Baca: Ingin Dapat Bonus, Begini Cara Lima Driver Taksi Online di Jatim Ini Bikin Order Palsu

"Lt dan Fr ini dulu sama-sama di SDN Rangkah Kidul. Namun Lt sudah lulus dan sekarang SMP," sebut kasat reskrim.

Ditegaskan, dalam penelusuran yang dilakukan polisi tidak ada aksi penganiayaan dalam peristiwa ini. Yang terjadi adalah aksi bullying.(ufi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved