Bupati Nganjuk Kena OTT

Seorang Terdakwa Dugaan Suap Bupati Nganjuk Nonaktif, Minta Jadi Duta Anti Korupsi dalam Pledoinya

Suwandi, salah satu terdakwa dugaan kasus korupsi Bupati Nganjuk nonaktif, Taufiqurrahman.

TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Suwandi, salah satu terdakwa kasus dugaan korupsi Bupati Nganjuk nonaktif Taufiqurrahman, setelah menjalani sidang pledoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, pada Jumat (16/3/2018) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATUM.COM, SURABAYA - Suwandi, salah satu terdakwa dugaan kasus korupsi Bupati Nganjuk nonaktif, Taufiqurrahman, ajukan pledoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, pada Jumat (16/3/2018).

Suwandi merupakan Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Nggrogot ini, sebelumnya dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), dengan Pasal 5 ayat 1 huruf A UU RI No. 31 Tahun 1999 yang dirubah dengan UU RI No. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, ancaman pidana 4 tahun denda Rp 200 juta subsider 6 bulan.

Dalam sidang tersebut, kuasa hukum terdakwa Edi Sucipto, membacakan nota pembelaan bahwa kliennya hanya mematuhi perintah dari atasan.

“Bahwa sejumlah uang yang diambil oleh terdakwa, atas permintaan Bupati, tidak sepeser pun di nikmati oleh terdakwa, semua diserahkan kepada Bupati Taufiqurrahman,” jelas Edi saat membacakan pembelaan.

Setelah pembacaan, Suwandi juga membacakan pembelaan terhadap dirinya kepada majelis hakim, dia mengatakan dirinya mempunyai anak yang masih kecil dan menjadi kepala sekolah.

“Tidak pernah ada niat saya untuk melakukan tindak pidana tersebut, namun selaku bawahan, sebagai seorang guru, yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah (juga baru saja berjalan selama enam bulan), saya tidak dapat menolak perintah atasan,” jelas Suwandi saat membacakan nota pembelaan (pledoi).

Dalam bacaan tersebut, ia juga meminta maaf kepada orang tua serta seluruh keluarga, sekaligus meminta untuk menjadi Duta Anti Korupsi.

“Selanjutnya, saya juga menjadi tulang punggung keluarga, dengan memiliki tiga anak, dan satu masih berumur tiga bulan, sebagai bentuk kesungguhan penyesalan saya, saya berharap bisa dimanfaatkan sebagai Duta Anti Korupsi di Kabupaten Nganjuk, maka saya berharap dijatuhi hukuman se ringan-ringannya, dan permohonan sebagai Justice Collaborator,” tuturnya.

Setelah mendengar pledoi dari terdakwa, JPU masih tetap pada tuntutan.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved