TKI Dihukum Mati

Fakta Pilu di Balik TKI Asal Bangkalan Dieksekusi Mati, Jadi Tukang Cukur di Penjara hingga Pesannya

Seorang pria alami nasib tragis saat menjadi Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi.

Fakta Pilu di Balik TKI Asal Bangkalan Dieksekusi Mati, Jadi Tukang Cukur di Penjara hingga Pesannya
SURYA/AHMAD FAISOL
Syaiful Thoriq menunjukkan foto mendiang ayahnya, Mochammad Zaini yang dieksekusi mati atas tuduhan membunuh majikannya, Abdullah bin Umar pada 2004 lalu, Senin (19/3/2018). 

Namun pada akhirnya, keputusan eksekusi mati bagi Zaini tetap dilakukan karena pihak ahli waris tidak mengampuni.

5. TKI ketiga yang menerima hukum Qisas

Rupanya tak hanya Zaini saja, ada dua TKI yang menerima Hukum Qisas.

Hukum Qisas adalah istilah dalam hukum islam yang berarti pembalasan dengan memberi hukuman setimpal atau mirip dengan istilah "hutang nyawa dibayar nyawa".

Direktur Perlindungan WNI Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) Lalu Muhammad Iqbal mengungkapkan, ada 100 orang WNI yang terancam hukuman mati di Arab Saudi sejak tahun 2011.

"Total 100 orang terancam hukuman mati. Namun 76 orang di antaranya telah bebas, 21 orang masih diproses, dan 3 orang lainnya telah dieksekusi," tegasnya, kepada Surya di rumah duka almarhum Zaini, Senin (19/3/2018).

Almarhum Zaini menjadi TKI ketiga yang menerima Hukum Qisas.

6. Presiden Jokowi mengirm dua kali surat.

Sejak 2014, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah dua kali berkirim surat ke Raja Arab Saudi pada Februari 2017 dan September 2017.

Dalam suratnya Presiden meminta kasus dugaan pembunuhan yang dituduhkan kepada Zaini ditinjau ulang.

"Bahkan Presiden Jokowi sudah empat kali bertatap muka dengan Raja untuk meminta eksekusi Zaini ditunda," jelasnya Direktur Perlindungan WNI Kementrian Luar Negeri Muhammad Iqbal dikutip dari Surya.co.id

Selain upaya government to government, Pemerintah Indonesia melalui Kemenlu telah memberangkatkan dua putra Zaini, Syaiful Thoriq, (26) dan Mustofa (18) sebanyak tiga kali.

Keduanya dibawa menemui Zaini di penjara Umumi Kota Makkah pada tahun 2010, 2017, dan Januari 2018.

7. Pesan terakhir Zaini

Putra Sulung Zaini, Syaiful Thoriq mengungkapkan pesan ayahnya sebelum dieksekusi.

Thoriq mengatakan, almarhum berpesan melalui Hidir Syahyanto agar dirinya dan Mustofa mengikhlaskan kepergiannya dan berharap keduanya menjadi pekerja keras, penuh perhatian kepada keluarga.

Hidir Syahyanto merupakan satu-satunya keluarga terakhir yang berkomunikasi melalui telpon dengan Zaini sebelum eksekusi mati dilaksanakan.

"Abah (almarhum) juga berpesan agar menjaga dan memperhatikan umi ketika datang dari Arab," pungkas Thoriq dikutip dari Surya.co.id

Penulis: Pipin Tri Anjani
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved