Jampersal untuk Tekan Kematian Bayi dan Ibu Melahirkan, Syaratnya Mudah Banget

Untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan menurunkan kematian bayi dan ibu melahirkan, lewat Jampersal.

Blog Ayah Azzam
Jaminan Persalinan 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP – Untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan menurunkan angka kematian bayi dan ibu yang melahirkan, pemerintah meluncurkan program Jaminan Persalinan (Jampersal).

Jampersal merupakan program untuk mengatasi masalah biaya persalinan dari pemerintah, meliputi pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan nifas termasuk KB pasca persalinan dan pelayanan bayi baru lahir.

“Semua ibu hamil sekarang sudah dijamin negara, ini berlaku bagi semua masyarakat, miskin ataupun kaya, melalui program Jampersal,” ujar Dr Fatoni, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Selasa (20/3/2018).

Menurut Fatoni, program Jampersal bersumber dari APBN, dimana anggaran di tahun 2018 untuk Kabupaten Sumenep mencapai Rp 2,2 miliar.

Syarat pengajuan penerima layanan ini cukup mudah, hanya dengan menunjukkan KTP, sudah bisa menikmati layanan Jampersal.

Pembiayaan gratis tidak hanya untuk persalinan di Sumenep, perawatan yang dilakukan hingga perujukan ke Surabaya juga akan ditanggung.

“Persalinan normal dan pelayanan selama masa nifas bisa di lakukan di Puskesmas Rawat Inap, Bidan Desa Polindes, Bidan praktik Rumah Bersalin Swasta, maupun Klinik Swasta,” tuturnya.

Untuk persalinan yang sifatnya emergensi maupun komplikasi bisa dilakukan di Puskesmas maupun Rumah Sakit.

“Pelayanan tersebut menggunakan fasilitas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED), dan Pelayanan Obtetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK),” terangnya.

Layanan Jampersal melingkupi pemeriksaan kehamilan selama hamil yang diperiksa maksimal sebanyak 4 kali, biaya persalinan, serta pelayanan selama masa nifas selama 3 kali.

“Rincian total biaya jaminan untuk persalinan normal Rp 420 ribu rupiah, dengan rincian, Rp 40 ribu rupiah pemeriksaan kehamilan, Rp 350 ribu rupiah biaya persalinan normal, dan Rp 30 ribu rupiah pelayanan nifas,” ungkapnya.

Sementara untuk persalinan lanjutan di Rumah Sakit, biayanya sesuai dengan tarif INA-DRG.

“Kami berharap, masyarakat bisa memanfaatkan layanan Jampersal, sehingga Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Sumenep bisa menurun,” pungkasnya. (Surya/Khairul Amin)

Penulis: Khairul Amin
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved