14 TKI Asal Jatim di Saudi Tunggu Eksekusi Mati

Sedikitnya terdapat 14 tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Jawa Timur yang berkerja di Saudi Arabia menhunggu eksekusi hukuman mati.

14 TKI Asal Jatim di Saudi Tunggu Eksekusi Mati
Surya/Sutono
Pjs Bupati Jombang Setiajit meninjau mesin rekam E-KTP. 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Sedikitnya terdapat 14 tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Jawa Timur yang berkerja di Saudi Arabia menhunggu eksekusi hukuman mati. Para TKI tersebut terjerat dalam berbagai persoalan hukum selama bekerja di Arab Saudi.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Jawa Timur, Setiajit, di Pendapa Kabupaten Jombang, Kamis (22/3/2018).

Menurut Setiajit, mereka yang terancam hukuman mati itu tersandung beragam kasus.

"Mulai dari kasus narkoba, zina, dugaan pembunuhan hingga dituduh menggunakan sihir. Mereka saat ini sedang menunggu proses eksekusi hukuman pancung," ujar Setiajit.

Baca: Usai Zaini Diesksekusi, 20 Orang TKI di Arab Saudi Kini Menanti Hukuman Mati

Secara lebih rinci diungkapkan oleh Setiajit, para TKI yang terancam hukuman pancung tersebut seluruhnya kebetulan berasal dari Pulau Madura.

"Dua orang dari Bangkalan, Sumenep dan beberapa daerah di Madura. Mereka sudah bekerja di Arab Saudi antara 10 hingga 14 tahun," imbuh Setiajit yang juga pejabat sementara (Pjs) Bupati Jombang.

Sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi lagi pemancungan terhadap TKI di Arab Saudi, dia bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Tenaga Kerja untuk melakukan pendampingan terhadap yang bersangkutan.

"Saya juga sudah mengusulkan agar pengiriman TKI ke Arab Saudi untuk pekerjaan di sektor rumah tangga tak hanya dimoratorium, melainkan distop secara permanen!" tegas Setiajit.

Baca: Pria Asal Kediri Nekat Curi Pakaian Dalam Wanita Selama Dua Bulan, Alasannya Bikin Ketawa

Diberitakan, TKI asal Madura, Jawa Timur, Muhammad Zaini Misrin dieksekusi mati oleh Pemerintah Arab Saudi pada Minggu (18/3). Zaini dianggap bersalah membunuh majikannya, Abdullah bin Umar Muhammad Al Sindy.

Pria usia 53 tahun itu merupakan warga Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura. Selama lebih dari 30 tahun Zaini mengadu nasib di Saudi. Ia bekerja sebagai sopir pribadi.(Surya/sutono)

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved