TKI Dihukum Mati

Kadisnaker Jatim : Jadi TKI Jangan Jadi Pilihan Utama

Sedikitnya terdapat 14 tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Jawa Timur yang berkerja di Saudi Arabia menhunggu eksekusi hukuman mati.

Kadisnaker Jatim : Jadi TKI Jangan Jadi Pilihan Utama
SURYA/AHMAD FAISOL
Mustofa (kiri) bersama kakaknya, Syaiful Thoriq, menunjukkan surat terbuka yang ditulisnya untuk Presiden Jokowi setelah ekseskusi pancung terhadap ayahnya di Arab Saudi, Mochammad Zaini, Rabu (21/3/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Sedikitnya terdapat 14 tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Jawa Timur yang berkerja di Saudi Arabia menhunggu eksekusi hukuman mati.

Para TKI tersebut terjerat dalam berbagai persoalan hukum selama bekerja di Arab Saudi.

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Jawa Timur mengimbau agar masyarakat tidak menjadikan pekerjaan di luar negeri sebagai pilihan utama sebagai mata pencaharian.

Sebab, kendati penghasilannya leb ih besar, risikonya yang mengikutinya juga sangat tinggi. Antara lain yang paling berat adalah bisa terkena masalah kriminal dan dihukum mati.

Baca: Anak TKI Bangkalan yang Dipancung di Arab Saudi Kirim Surat ke Jokowi, Isinya Sangat Memilukan Hati


"Jadi jangan berpikir enaknya saja, bayaran banyak keluarga dirumah dapat kiriman terus. Tapi pikirkan juga risikonya seperti apa," ujar Kepala Disnaker Jawa Timur Setiajit, di Pendapa Kabupaten Jombang, Kamis (22/2/2018).

Dijelaskan, jika sangat terpaksa memilih menjadi TKI sebagai mata pencaharian, masyarkat diimbau memilih di negara mana dia akan bekerja.

Selain itu juga harus gunakan jasa perusahaan Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang resmi, terpecaya, sehingga ada perlindungan terhadap TKI.

"Yang tak kalah penting, para TKI juga harus memiliki kemampuan. Baik dari kemampuan kerja maupun kemampuan berbahasa di negara mereka berkerja. Sehingga jika ada masalah dapat berkomunikasi dengan baik," imbuhnya.

Setiajit yang juga menjabat pejabat sementara (Pjs) Bupati Jombang ini juga menyarankan, agar para TKI yang akan berangkat keluar negeri mempertimbangkan negara tujuan berkerja.

Baca: Asyik, Ada Bakso Isi Durian di Bojonegoro

"Karena beberapa negara punya perjanjian kerja dengan pemerintah Indonesia meliputi terpenuhnya jaminan atau asuransi dari pekerja itu sendiri.

"Kami sarankan untuk memilih negara NonSaudi Arabia, seperti Singapura, Hongkong, yang sudah punya perjanjian dengan Indonesia. Sedangkan di Saudi perjanjiannya lemah," pungkas Setiajit. (sutono)

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved